Musique

Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72%

Tumpukan sampah yang tak terangkut selama dua bulan memicu bau menyengat dan meluber ke jalan, pengelola TPS menyalahkan pembatasan kuota harian oleh Dinas Lingkungan Hidup.

3 menit
Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72%
Tumpukan sampah yang tak terangkut selama dua bulan memicu bau menyengat dan meluber ke jalan, pengelola TPS menyalahkanCredit · Jabarprov

Fakta-fakta

  • Ketua Pengelola TPS Pasar Baleendah, Indra Sukoco, menyatakan sampah sudah dua bulan tidak ditarik secara maksimal.
  • Kuota pengangkutan sampah Kabupaten Bandung dibatasi 280 ton per hari, turun dari biasanya 1.000 ton per hari.
  • Pembatasan kuota berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung.
  • Sampah meluber hingga ke jalan, menyulitkan akses masuk kawasan pasar.
  • Sekretaris Daerah Jawa Barat menyebut kondisi tersebut sebagai 'lautan sampah' dan mengaku kesulitan masuk.
  • TPS Pasar Baleendah mengalami overload akibat penumpukan yang terus berlangsung.
  • Bau menyengat dari tumpukan sampah dikeluhkan oleh pengunjung dan pedagang pasar.

Lautan Sampah di Pasar Baleendah

Tumpukan sampah di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, telah mencapai titik kritis. Sampah menggunung hingga meluber ke jalan raya, menimbulkan bau menyengat yang menusuk hidung setiap orang yang melintas. Sekretaris Daerah Jawa Barat yang sempat meninjau lokasi menggambarkan pemandangan itu sebagai 'lautan sampah' dan mengaku kesulitan untuk masuk ke area pasar. Kondisi ini bukanlah kejadian mendadak. Menurut Ketua Pengelola Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Baleendah, Indra Sukoco, sampah di kawasan tersebut sudah dua bulan tidak ditarik secara maksimal. Akibatnya, tumpukan terus bertambah hingga melebihi kapasitas.

Pembatasan Kuota Harian oleh Dinas LH

Penyebab utama dari krisis ini adalah kebijakan pembatasan kuota pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung. Indra Sukoco mengungkapkan bahwa kuota harian untuk Kabupaten Bandung kini hanya 280 ton, padahal biasanya mencapai 1.000 ton per hari. Pemangkasan sebesar 72% ini membuat sampah tidak terangkut secara optimal. "Informasinya dari Dinas LH, bahwa kuota Kabupaten Bandung dibatasin. Satu hari 280 ton yang biasanya bisa mencapai 1000 (ton)," jelas Indra saat ditemui pada Selasa (28/4). Kebijakan ini langsung berdampak pada TPS Pasar Baleendah yang menerima kiriman sampah dari seluruh wilayah pasar.

Dampak Langsung: Overload dan Bau Menyengat

Akibat kuota yang terbatas, TPS Pasar Baleendah mengalami overload. Sampah yang seharusnya diangkut setiap hari kini menumpuk selama berminggu-minggu. Tumpukan yang membusuk mengeluarkan bau menyengat yang sangat mengganggu aktivitas di sekitar pasar. Para pedagang dan pengunjung pasar mengeluhkan kondisi ini. Bau busuk membuat banyak orang enggan berlama-lama di area pasar, sementara sampah yang meluber ke jalan mempersempit akses kendaraan. Sekretaris Daerah Jawa Barat yang menyaksikan langsung kondisi tersebut menyebutnya sebagai pemandangan yang memprihatinkan.

Kebijakan Pengelolaan Sampah yang Tersendat

Pembatasan kuota ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung. Dengan produksi sampah yang tinggi, terutama dari pusat-pusat keramaian seperti Pasar Baleendah, kapasitas pengangkutan yang tidak memadai menjadi bom waktu. Indra Sukoco menegaskan bahwa solusi jangka pendek diperlukan segera untuk mengurai tumpukan yang sudah menggunung. Belum ada pernyataan resmi dari Dinas LH mengenai alasan di balik pemangkasan kuota. Namun, kebijakan ini diduga terkait dengan keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau armada pengangkut. Sementara itu, warga berharap ada tindakan nyata untuk mengembalikan kebersihan kawasan pasar.

Langkah Selanjutnya dan Pertanyaan Terbuka

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan kuota pengangkutan akan dikembalikan ke angka normal. Pemerintah daerah dan Dinas LH diharapkan segera mencari solusi, baik dengan menambah frekuensi pengangkutan maupun memperluas kapasitas TPA. Sementara itu, tumpukan sampah di Pasar Baleendah terus membesar, mengancam kesehatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi. Pertanyaan mendasar masih menggantung: mengapa kuota dipangkas drastis tanpa persiapan yang memadai? Dan berapa lama lagi warga harus menahan bau menyengat dari lautan sampah ini? Jawaban dari pihak berwenang masih dinantikan.

Ringkasan

  • Kuota pengangkutan sampah Kabupaten Bandung dipangkas dari 1.000 ton menjadi 280 ton per hari oleh Dinas LH.
  • TPS Pasar Baleendah mengalami overload karena sampah tidak terangkut maksimal selama dua bulan.
  • Sampah meluber ke jalan dan menimbulkan bau menyengat, mengganggu aktivitas pasar.
  • Sekretaris Daerah Jawa Barat menyebut kondisi tersebut sebagai 'lautan sampah' dan kesulitan mengakses lokasi.
  • Belum ada solusi konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi krisis ini.
Galerie
Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72% — image 1Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72% — image 2Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72% — image 3Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72% — image 4Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72% — image 5Sampah Menggunung di Pasar Baleendah Bandung, Kuota Pengangkutan Dipangkas 72% — image 6
Selengkapnya