BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di 10 Provinsi pada Awal Mei 2026
Analisis dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas MJO dan sirkulasi siklonik masih memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia meski memasuki musim kemarau.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- BMKG memprediksi peningkatan curah hujan pada awal Mei 2026 berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
- Prakirawan BMKG Puji Sibuea menyampaikan peringatan hujan lebat hingga sangat lebat pada Selasa, 5 Mei 2026.
- Sepuluh provinsi berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat: Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
- BMKG mendeteksi lima titik sirkulasi siklonik di perairan Indonesia yang memicu konvergensi dan konfluensi.
- Hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Tanjung Selor, Banjarmasin, Palu, Mamuju, dan Kendari.
- Kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Surabaya, sementara Denpasar, Kupang, dan Mataram cerah berawan hingga berawan tebal.
Aktivitas MJO dan Sirkulasi Siklonik Masih Pengaruhi Hujan di Awal Mei
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada awal Mei 2026, meskipun secara musim telah memasuki periode kemarau. Analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya masih mempengaruhi pola curah hujan di beberapa daerah. Fenomena ini diperkuat oleh terbentuknya lima titik sirkulasi siklonik di berbagai perairan Indonesia. Sirkulasi tersebut memicu penumpukan massa udara dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang masuk dalam kategori waspada hujan lebat hingga sangat lebat.
Sepuluh Provinsi Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Prakirawan BMKG Puji Sibuea dalam tayangan prakiraan cuaca yang dipantau melalui kanal YouTube BMKG pada Selasa pagi, 5 Mei 2026, menyampaikan daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. "Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan," ujar Puji. Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diprediksi terjadi di wilayah lainnya yang masuk dalam kategori waspada, meskipun tidak disebutkan secara rinci.
Hujan Petir Mengancam Delapan Kota di Berbagai Pulau
BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah kota, yaitu Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Tanjung Selor, Banjarmasin, Palu, Mamuju, dan Kendari. "Untuk bagian timur Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Palu, Mamuju, dan juga Kendari," kata Puji. Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di berbagai kota besar, antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda. Di wilayah timur Indonesia, hujan ringan juga berpotensi terjadi di Gorontalo, Manado, Ternate, Makassar, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Surabaya, serta cerah berawan hingga berawan tebal di Denpasar, Kupang, dan Mataram.
Dinamika Atmosfer: Konvergensi dan Konfluensi Perkuat Suplai Uap Air
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca signifikan ini dipengaruhi oleh terbentuknya sejumlah titik sirkulasi siklonik di berbagai perairan Indonesia. Fenomena ini memicu penumpukan massa udara yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi. Berdasarkan pantauan BMKG, sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di lima lokasi strategis. Kondisi tersebut membentuk jalur konvergensi yang memanjang di beberapa titik, antara lain pesisir barat Sumatera (Aceh hingga Bengkulu), Kalimantan Utara, Pulau Seram, hingga Papua. Selain itu, daerah konfluensi (pertemuan angin) juga terpantau di Selat Malaka, Laut Natuna, Sumatera bagian selatan, hingga Laut Sulawesi. Kombinasi dinamika atmosfer ini secara langsung meningkatkan suplai uap air yang mampu memicu hujan dengan intensitas tinggi di sekitar sistem tersebut.
BMKG Imbau Masyarakat Pantau Informasi Cuaca Secara Berkala
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta rutin memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi BMKG di www.bmkg.go.id maupun media sosial @info.bmkg. "Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem," kata Puji. Peringatan ini disampaikan mengingat potensi hujan lebat dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Masyarakat di wilayah berpotensi hujan lebat diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang tidak bersumber dari kanal resmi.
Transisi Musim Kemarau Tidak Serta Merta Hentikan Hujan
Meskipun Indonesia mulai memasuki musim kemarau, aktivitas MJO dan gelombang atmosfer masih mampu memicu peningkatan curah hujan di beberapa wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa transisi musim tidak selalu berjalan mulus, dan fenomena cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. BMKG terus memantau perkembangan dinamika atmosfer dan akan memperbarui prakiraan cuaca secara berkala. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Ke depan, BMKG akan merilis analisis lebih lanjut mengenai potensi cuaca ekstrem selama musim kemarau 2026.
Ringkasan
- BMKG memprediksi peningkatan curah hujan di awal Mei 2026 meskipun memasuki musim kemarau, dipengaruhi aktivitas MJO dan sirkulasi siklonik.
- Sepuluh provinsi berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 5 Mei 2026, termasuk Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, dan Papua.
- Delapan kota berpotensi hujan disertai petir: Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Tanjung Selor, Banjarmasin, Palu, Mamuju, dan Kendari.
- Lima titik sirkulasi siklonik terdeteksi di perairan Indonesia, membentuk konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan suplai uap air.
- Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca melalui situs resmi BMKG atau media sosial @info.bmkg untuk antisipasi cuaca ekstrem.
- Transisi musim kemarau tidak menjamin absennya hujan lebat; kewaspadaan tetap diperlukan.





PSM Makassar, Klub Tertua Indonesia, Raih Kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC

Galatasaray Gagal Kunci Gelar Usai Dibantai Samsunspor 4-1, Fenerbahçe Mendekat

Al Nassr Tumbang 1-3 dari Al Qadsiah, Cristiano Ronaldo Terancam Gagal Juara Liga Arab Saudi
