Emiten Prajogo BRPT Catat Rekor: EBITDA Kuartal I Melejit 288%, Laba Bersih Melonjak 460%
Di tengah aksi jual asing yang mereda, saham BRPT menjadi motor penggerak IHSG bersama AMMN, mendorong indeks naik ke 7.057.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- BRPT mencatat EBITDA kuartal I-2026 melonjak 288%.
- Laba bersih BRPT kuartal I-2026 naik hampir 460%.
- IHSG ditutup naik ke 7.057 pada Selasa (5/5/2026).
- Investor asing membukukan net sell Rp 102,6 miliar di seluruh pasar pada sesi I.
- Net sell asing pekan lalu mencapai Rp 8 triliun, rata-rata Rp 2 triliun per hari.
- Saham GOTO menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp 166,9 miliar.
- Top gainers LQ45: BRPT, SMGR, BBRI.
Lonjakan Kinerja BRPT Dorong IHSG
Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), mencatatkan rekor kinerja keuangan pada kuartal I-2026. EBITDA perusahaan melesat 288% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih melonjak hampir 460%. Angka-angka ini menjadi katalis utama yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik ke level 7.057 pada Selasa (5/5/2026). BRPT bersama saham AMMN menjadi motor penggerak kenaikan indeks. Aksi beli investor, terutama asing, terhadap saham-saham berkapitalisasi besar ini berhasil mengangkat IHSG dari tekanan jual yang terjadi pada pekan sebelumnya. Kinerja BRPT yang jauh melampaui ekspektasi pasar menjadi sentimen positif yang dominan.
Aksi Jual Asing Mereda, Net Sell Rp 102,6 Miliar
Meskipun IHSG menguat, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 102,6 miliar di seluruh pasar pada sesi I perdagangan hari ini. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata net sell harian pekan lalu yang mencapai Rp 2 triliun. Pada pekan sebelumnya, total net sell asing tercatat sebesar Rp 8 triliun. Pada sesi I kemarin, asing justru mencatat net buy Rp 2,3 triliun, namun perlu dicatat bahwa Rp 2,6 triliun di antaranya terjadi di pasar negosiasi. Artinya, aksi beli asing di pasar reguler sebenarnya masih terbatas. Hari ini, tekanan jual asing paling besar tertuju pada saham GOTO, dengan net sell Rp 166,9 miliar.
GOTO Paling Diburu Jual, Tertekan Kebijakan Komisi Driver
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing pada sesi I, dengan net sell mencapai Rp 166,9 miliar. Tekanan jual ini seiring dengan rencana pemerintah untuk menyesuaikan potongan komisi bagi driver menjadi hanya 8%. Kebijakan tersebut diperkirakan akan menekan pendapatan GOTO dari segi layanan transportasi. Selain GOTO, saham-saham lain yang mencatat net sell signifikan antara lain Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 146,7 miliar, Aneka Tambang (ANTM) Rp 70,8 miliar, dan Bank Central Asia (BBCA) Rp 42,9 miliar. Saham-saham komoditas seperti Timah (TINS), Vale Indonesia (INCO), dan Adaro Andalan (AADI) juga tidak luput dari aksi jual asing.
Top Gainers LQ45 Didominasi BRPT, SMGR, BBRI
Di tengah aksi jual asing yang masih berlangsung, sejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan harga signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers indeks LQ45. BRPT memimpin dengan kenaikan tertinggi, diikuti oleh SMGR (Semen Indonesia) dan BBRI (Bank Rakyat Indonesia). Kinerja cemerlang BRPT menjadi pendorong utama, sementara SMGR dan BBRI mendapat sentimen positif dari sektor masing-masing. IHSG yang berhasil ditutup naik ke 7.057 menunjukkan bahwa optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih kuat, terutama didukung oleh emiten-emiten dengan fundamental solid. Namun, aksi jual asing yang masih terjadi pada saham-saham tertentu mengindikasikan adanya kehati-hatian terhadap risiko global.
Prospek IHSG: Potensi Rebound ke 7.000-7.050
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami teknikal rebound ke kisaran 7.000-7.050 pada perdagangan hari ini. Level support terdekat berada di 6.950, sementara resistance di 7.100. Saham-saham seperti BBCA, BRPT, dan BUVA disebut-sebut sebagai saham yang patut diperhatikan karena memiliki katalis positif. Meskipun demikian, investor tetap waspada terhadap aksi jual asing yang masih berlangsung, terutama jika tekanan jual kembali meningkat. Keputusan pemerintah terkait kebijakan komisi driver dan perkembangan harga komoditas global akan menjadi faktor penentu pergerakan IHSG ke depan.
Kinerja BRPT Jadi Sorotan, Laba Bersih Melonjak 460%
Laporan keuangan BRPT untuk kuartal I-2026 menunjukkan kinerja yang luar biasa. EBITDA perusahaan melejit 288% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih melonjak hampir 460%. Pencapaian ini jauh melampaui ekspektasi pasar dan menjadikan BRPT sebagai salah satu emiten dengan pertumbuhan tercepat di bursa. Kenaikan laba bersih yang signifikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari sektor petrokimia dan energi, seiring dengan membaiknya harga komoditas global. Manajemen BRPT optimistis kinerja positif ini dapat berlanjut hingga akhir tahun, didukung oleh permintaan yang kuat dan efisiensi operasional.
Ringkasan
- BRPT mencatat rekor kinerja kuartal I-2026 dengan EBITDA naik 288% dan laba bersih melonjak 460%.
- IHSG ditutup naik ke 7.057, didorong oleh saham BRPT dan AMMN.
- Aksi jual asing mereda dengan net sell Rp 102,6 miliar, jauh di bawah rata-rata pekan lalu Rp 2 triliun per hari.
- Saham GOTO paling banyak dilepas asing akibat rencana penyesuaian komisi driver.
- Top gainers LQ45: BRPT, SMGR, BBRI.
- IHSG berpotensi rebound ke 7.000-7.050, dengan saham BBCA, BRPT, dan BUVA menjadi perhatian.


Pieter Huistra Pastikan PSS Sleman Promosi ke Superliga, Sinyalkan Perpanjangan Kontrak
PSM Makassar, Klub Tertua Indonesia, Raih Kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC

Tiga Pemain Diaspora Jadi Andalan Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia 2026
