Persib Bandung Puncaki Klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 60 Poin, Arema Mengekor
Hanya berselisih dua poin, Arema FC terus mendekat setelah memanfaatkan performa gelandang tengah yang mencatat 12 assist sepanjang musim.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Persib Bandung memuncaki klasemen dengan 60 poin dari 28 pertandingan, selisih gol +20.
- Arema FC berada di posisi kedua dengan 58 poin, hanya dua poin di belakang Persib.
- Borneo FC menempati peringkat ketiga dengan 56 poin, unggul dalam gol dari set-piece (8 gol).
- Madura United mengoleksi 54 poin di urutan keempat, dengan selisih gol +7.
- PSIS Semarang duduk di posisi kelima dengan 52 poin, menjadi kandidat kuat slot AFC Cup.
- Persija Jakarta dan Barito Putera masing-masing mengumpulkan 48 dan 44 poin, masih berpotensi naik.
- Zona degradasi dihuni tim peringkat 15-18, dengan jarak poin yang sangat rapat.
Persib Bandung Kokoh di Puncak, Arema Mengancam
Persib Bandung memimpin klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 60 poin dari 28 pertandingan, unggul dua poin atas Arema FC yang berada di posisi kedua. Keunggulan Persib didukung oleh serangan cepat yang dipimpin penyerang utama serta pertahanan konsisten yang mencatatkan 38 clean sheet. Namun, Arema terus mendekat setelah memanfaatkan performa serba bisa gelandang tengah yang telah mencetak 12 assist selama kompetisi. Latihan intensif pada pekan ke-29 meningkatkan kecepatan transisi Arema, sehingga mereka mampu menutup jarak dengan Persib. Setiap kemenangan dalam laga langsung melawan rival di papan atas menjadi krusial, mengingat selisih poin yang tipis. Satu hasil imbang di laga sulit bisa tetap berharga, asal tim konsisten menang di pertandingan lain.
Borneo FC dan Madura United Bersaing di Papan Atas
Borneo FC menempati posisi ketiga dengan 56 poin, menonjolkan kemampuan set-piece yang menghasilkan delapan gol tambahan dibandingkan lawan. Manajer tim menegaskan strategi defensif yang disiplin sebagai faktor utama mempertahankan peringkat atas. Madura United berada di urutan keempat dengan 54 poin dan selisih gol +7, meski harus berjuang keras melawan tim-tim tengah tabel. Madura United mengandalkan perubahan taktis pada babak kedua untuk mengamankan poin ekstra di pertandingan tandang. Kedua tim masih berpeluang naik ke posisi yang lebih baik jika mampu memenangkan sisa pertandingan, terutama saat bertemu langsung dengan rival di atas mereka.
PSIS Semarang Kandidat Kuat Slot AFC Cup
PSIS Semarang menempati posisi kelima dengan 52 poin, menjadi kandidat kuat untuk slot AFC Cup berkat performa konsisten di liga domestik. Pelatih PSIS menambahkan bahwa konsistensi mental menjadi kunci utama dalam meraih hasil positif pada sisa musim. Tim ini memiliki keunggulan dalam hal pengalaman dan kedalaman skuad. Dengan jarak poin yang tidak terlalu jauh dari posisi keempat, PSIS berpotensi naik peringkat jika mampu memanfaatkan kelemahan lawan di laga-laga krusial. Slot AFC Cup menjadi target realistis yang bisa dicapai jika performa tetap terjaga.
Zona Tengah: Persija dan Barito Berjuang Perbaiki Pertahanan
Persija Jakarta dan Barito Putera berada di zona tengah, masing-masing mengumpulkan 48 dan 44 poin, masih berpotensi naik jika hasil akhir mendukung. Kedua tim berusaha memperbaiki pertahanan yang rapuh, terutama dalam menghadapi serangan balik lawan. Persija, yang memiliki basis suporter besar, berharap bisa merangsek ke papan atas pada sisa musim. Barito Putera, dengan poin lebih sedikit, harus bekerja ekstra keras untuk menjauh dari bayang-bayang degradasi. Kedua tim masih memiliki sisa pertandingan yang cukup untuk memperbaiki posisi, namun konsistensi menjadi tantangan utama.
Zona Degradasi: Tekanan Tinggi, Jarak Poin Rapat
Di sisi lain, zona bawah juga tidak kalah panas. Tim di posisi 15–18 rawan terhisap bila kalah beruntun, karena jarak poinnya membuat posisi bisa bergeser hanya dalam 1–2 pekan. Selisih gol mulai menjadi faktor penting saat poin sama, sehingga setiap gol bisa berarti. Tim-tim di zona degradasi harus segera memperbaiki performa jika ingin bertahan di Liga 1. Beberapa tim mungkin akan melakukan perubahan taktis atau rotasi pemain untuk mengamankan poin maksimal di sisa laga. Tekanan mental juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Poin Tipis, Setiap Laga Menentukan
Dengan jarak poin yang sangat tipis di papan atas dan bawah, setiap pertandingan menjadi penentu. Setiap kemenangan terasa seperti enam poin saat bertemu rival langsung. Satu hasil imbang di laga sulit bisa tetap berharga, asal tim konsisten menang di laga lain. Selisih gol (GD) mulai jadi faktor penting saat poin sama, sehingga tim harus bermain ofensif tanpa melupakan pertahanan. Fase reguler akan segera berakhir, dan persaingan menuju babak championship series atau playoff degradasi semakin memanas. Para penggemar sepak bola Indonesia disuguhkan drama yang menegangkan hingga akhir musim.
Ringkasan
- Persib Bandung memimpin dengan 60 poin, namun hanya unggul dua poin dari Arema FC yang memiliki 12 assist dari gelandang tengah.
- Borneo FC unggul dalam gol set-piece (8 gol) dan mengandalkan disiplin defensif untuk bertahan di posisi ketiga.
- PSIS Semarang menjadi kandidat kuat slot AFC Cup berkat konsistensi mental dan performa domestik.
- Zona degradasi sangat rawan dengan jarak poin tipis, sehingga setiap laga sisa menjadi krusial.
- Selisih gol mulai menjadi faktor penentu jika poin sama, baik di papan atas maupun bawah.
- Persija dan Barito masih berpeluang naik peringkat jika mampu memperbaiki pertahanan yang rapuh.







BMKG Peringatkan Awan Cumulonimbus Meluas, Kalimantan Barat dan Laut Jawa Timur Masuk Zona Ekstrem
Bojan Hodak Waspadai Duo Asing Bhayangkara FC Jelang Laga Penentu di Bandar Lampung

Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk di Leg Pertama Semifinal Conference League
