Megawati Hangestri Pertiwi Mundur dari Timnas Voli Putri Jelang Tiga Turnamen Besar 2026
Bintang opposite asal Jember itu menyampaikan pengunduran diri secara resmi kepada PP PBVSI pada 27 April 2026, dengan alasan kondisi fisik, cedera lutut, dan rencana karier profesional.
/data/photo/2026/04/30/69f320fd2b465.jpeg)
INDONESIA —
Fakta-fakta
- Megawati Hangestri Pertiwi resmi mengundurkan diri dari Timnas Voli Putri Indonesia pada 27 April 2026.
- Surat pengunduran diri dikirimkan kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).
- Tiga alasan utama: kondisi fisik, pengembangan karier profesional, dan rencana pribadi; ditambah cedera lutut yang sudah dirasakan sejak membela Red Sparks di Liga Voli Korea.
- PP PBVSI telah menyetujui pengunduran diri dan menyatakan tetap mendukung penuh Megawati.
- Timnas Voli Putri Indonesia dijadwalkan mengikuti AVC Nation’s Cup for Women (Filipina, 6-9 Juni 2026), 6th SEA V League for Women (Vietnam dan Thailand, akhir Juli-awal Agustus 2026), dan AVC Continental Cup for Women (Tianjin, 21-30 Agustus 2026).
- Pemusatan latihan nasional (pelatnas) dimulai pada 4 Mei 2026 di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul.
- Pelatih kepala Marcos Sugiyama kini harus menyesuaikan komposisi tim tanpa Megawati.
- Timnas meraih medali perunggu SEA Games 2025 setelah mengalahkan Filipina 3-1 di Bangkok pada 15 Desember 2025.
Kejutan di Tengah Persiapan Pelatnas
Megawati Hangestri Pertiwi, opposite andalan Timnas Voli Putri Indonesia, secara resmi mengundurkan diri dari skuad Merah Putih pada Senin, 27 April 2026. Keputusan ini disampaikan melalui surat resmi kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) dan dikonfirmasi melalui akun Instagram Indonesian Volleyball. Pengunduran diri ini terjadi di saat krusial, hanya sepekan sebelum batas akhir pemanggilan pemain untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dijadwalkan pada 4 Mei 2026 di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul. Timnas sendiri tengah bersiap menghadapi tiga turnamen internasional besar pada pertengahan tahun ini.
Tiga Alasan Resmi dan Cedera Lutut yang Membayangi
Dalam pernyataan resminya, Megawati menjelaskan bahwa keputusan mundur didasari oleh tiga pertimbangan utama: kondisi fisik, pengembangan karier profesional, dan rencana pribadi. Ia menegaskan, “Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang, termasuk fokus pada pengembangan karier profesional, kondisi fisik, serta rencana pribadi ke depan. Saya percaya ini adalah langkah terbaik yang dapat saya ambil saat ini.” Selain tiga alasan tersebut, beredar kabar bahwa Megawati juga tengah berjuang dengan masalah cedera lutut yang sudah dirasakan sejak masih aktif membela klubnya, Red Sparks, di kompetisi Liga Voli Korea. Cedera ini disebut-sebut menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi keputusannya untuk mundur dari tim nasional.
PP PBVSI Hormati Keputusan, Dukungan Penuh Tetap Diberikan
Menanggapi pengunduran diri tersebut, PP PBVSI menyatakan menghormati keputusan sang pemain dan telah menyetujui pengunduran dirinya dari tim nasional. Federasi memastikan tetap memberikan dukungan penuh bagi Megawati yang selama ini menjadi salah satu pilar penting tim. Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, sebelumnya telah mengumumkan daftar 17 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pelatnas. Dalam daftar tersebut, nama Megawati masih tercantum sebagai bagian dari kekuatan lini serang. Kini, tim pelatih yang dipimpin Marcos Sugiyama harus menyesuaikan komposisi tim tanpa kehadirannya.
Jadwal Padat Timnas: Tiga Turnamen Internasional di Depan Mata
Timnas Voli Putri Indonesia dijadwalkan tampil dalam tiga turnamen besar pada paruh kedua 2026. Pertama, AVC Nation’s Cup for Women di Filipina pada 6-9 Juni 2026. Kedua, 6th SEA V League for Women yang digelar di Vietnam dan Thailand pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Ketiga, AVC Continental Cup for Women di Tianjin, China, pada 21-30 Agustus 2026. Dengan absennya Megawati, kekuatan timnas di posisi opposite dipastikan berkurang secara signifikan. Namun, beberapa pemain lain seperti Mediol Stiovanny Yoku, Tisya Amallya Putri, dan Maradanti Namira tetap menjadi andalan. Wajah baru Shindy Sasgia Dwi Yuniar juga mendapat kesempatan pertamanya bergabung di timnas senior.
Prestasi Terakhir dan Warisan Megawati
Timnas Voli Putri Indonesia baru saja meraih medali perunggu SEA Games 2025 setelah mengalahkan Filipina 3-1 pada laga perebutan tempat ketiga di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, pada 15 Desember 2025. Skuad saat itu mayoritas diisi pemain muda, namun Megawati menjadi salah satu pilar utama. Megawati, yang berasal dari Jember, Jawa Timur, telah lama menjadi andalan di posisi opposite. Keputusannya mundur menandai berakhirnya satu era bagi timnas voli putri Indonesia, meskipun ia masih akan melanjutkan karier profesionalnya di level klub.
Tantangan Baru bagi Pelatih Marcos Sugiyama
Pelatih kepala Marcos Sugiyama kini menghadapi tugas berat untuk merombak strategi tanpa kehadiran Megawati. Dengan pelatnas yang akan dimulai kurang dari sepekan setelah pengumuman mundur, waktu persiapan sangat terbatas. Tim pelatih harus segera menentukan pengganti yang mampu mengisi kekosongan di posisi opposite, serta memastikan kekompakan tim tetap terjaga. Meskipun kehilangan pemain kunci, federasi dan ofisial berharap timnas tetap mampu tampil maksimal dan bersaing di level internasional pada berbagai ajang yang akan datang.
Masa Depan Megawati: Fokus pada Karier Profesional
Dengan mundurnya dari tim nasional, Megawati diprediksi akan lebih fokus pada karier profesionalnya di klub, termasuk pemulihan cedera lutut yang selama ini mengganggu. Langkah ini juga membuka peluang baginya untuk memperpanjang karier di level tertinggi tanpa beban jadwal internasional yang padat. Keputusan ini, meskipun mengejutkan, dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga performa dan kesehatan jangka panjang. Publik voli Indonesia kini menantikan langkah selanjutnya dari sang bintang, baik di dalam maupun luar lapangan.
Ringkasan
- Megawati Hangestri Pertiwi mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia pada 27 April 2026, dengan alasan kondisi fisik, cedera lutut, dan fokus karier profesional.
- PP PBVSI telah menyetujui pengunduran diri dan menyatakan dukungan penuh kepada Megawati.
- Timnas kehilangan pilar utama di posisi opposite menjelang tiga turnamen internasional: AVC Nation’s Cup, SEA V League, dan AVC Continental Cup.
- Pelatnas dimulai 4 Mei 2026 di Sentul, dengan skuad yang harus disesuaikan tanpa Megawati.
- Timnas Voli Putri Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 2025, menunjukkan potensi meski tanpa sang bintang.
- Keputusan Megawati membuka babak baru bagi karier profesionalnya, dengan fokus pada pemulihan cedera dan pengembangan di level klub.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5445056/original/048481100_1765799967-voli_1-08.jpg)






BMKG Peringatkan Awan Cumulonimbus Meluas, Kalimantan Barat dan Laut Jawa Timur Masuk Zona Ekstrem
Bojan Hodak Waspadai Duo Asing Bhayangkara FC Jelang Laga Penentu di Bandar Lampung

Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk di Leg Pertama Semifinal Conference League
