Tech

Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton

Pemerintah provinsi memetakan 18 daerah rawan kekeringan dan mendistribusikan air bersih dua kali lipat dari tahun 2024, sementara sektor pertanian mengejar target panen 10,5 juta ton.

4 menit
Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton
Pemerintah provinsi memetakan 18 daerah rawan kekeringan dan mendistribusikan air bersih dua kali lipat dari tahun 2024,Credit · IDN Times Jateng

Fakta-fakta

  • Produksi padi Jawa Tengah Januari–April 2026 mencapai 4.696.422 ton, setara 44,48% dari target tahunan 10,5 juta ton.
  • Pemerintah provinsi menyiapkan 123 juta liter air bersih untuk 18 kabupaten/kota yang diperkirakan terdampak kemarau 2026.
  • Pada 2024, distribusi air bersih hanya sekitar 54 juta liter; tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat.
  • Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan memimpin pemetaan jalur distribusi dan armada tangki air.
  • Puncak panen padi diperkirakan terjadi pada Mei 2026, target tahunan optimistis tercapai September 2026.
  • Kepala Distannak Jateng Defransisco Dasilva Tavares meminta percepatan tanam lanjutan dan dropping benih.
  • Musim kemarau diprediksi mulai Juni 2026 dengan pola mirip 2024, menurut koordinasi BPBD.

Antisipasi Kekeringan: 123 Juta Liter Air Bersih untuk 18 Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan 123 juta liter air bersih untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi mulai Juni. Langkah ini diumumkan dalam rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 4 Mei 2026. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan bahwa pemetaan wilayah rawan kekeringan telah dilakukan secara komprehensif. Sebanyak 18 kabupaten/kota diperkirakan akan terdampak, dan seluruhnya sudah siap untuk distribusi air bersih. “Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/kota sudah disiapkan 123 juta liter air. Ada 18 kabupaten/kota yang diperkirakan akan terdampak dan seluruhnya sudah siap untuk didistribusikan,” ujar Bergas dalam rapat tersebut.

Peningkatan Dua Kali Lipat dari Distribusi 2024

Angka 123 juta liter air bersih menandai lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024, ketika distribusi air bersih oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hanya mencapai sekitar 54 juta liter. Kenaikan lebih dari dua kali lipat ini mencerminkan kesiapsiagaan yang lebih matang menghadapi ancaman kekeringan. Pemetaan tidak hanya mencakup wilayah terdampak, tetapi juga jalur distribusi, titik penampungan, serta kesiapan armada tangki air. Menurut Bergas, pola kemarau tahun ini diprediksi tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun 2024, yang dampaknya cukup terasa di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton, Optimis Target Tercapai Lebih Awal

Di sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah mencatat produksi padi periode Januari–April 2026 mencapai 4.696.422 ton. Angka ini setara dengan 44,48% dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Kepala Distannak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengklaim realisasi tersebut mencerminkan kondisi riil di lapangan. “Realisasi hingga April sudah 44,48 persen, dengan total produksi mencapai 4.696.422 ton. Angka ini sudah sama dengan data BPS,” ujarnya dalam rapat koordinasi yang sama. Produksi tersebut berasal dari panen musim tanam yang dimulai sejak September 2025. Defransisco memperkirakan puncak panen akan terjadi pada Mei 2026, dan optimistis target tahunan dapat tercapai bahkan lebih cepat, yakni pada September 2026.

Fokus pada Percepatan Tanam dan Distribusi Benih

Untuk menjaga tren positif produksi padi, Distannak Jateng kini fokus pada percepatan tanam lanjutan. Setelah musim tanam pertama selesai, pemerintah segera mempercepat tanam berikutnya dengan mendistribusikan benih kepada petani. “Setelah musim tanam pertama selesai, langsung kita percepat tanam berikutnya. Saat ini fokus kami adalah dropping benih,” papar Defransisco. Ia juga meminta jajarannya memastikan kesiapan sektor pertanian menghadapi musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air baku dan infrastruktur irigasi.

Ancaman Kekeringan terhadap Swasembada Pangan

Pemerintah provinsi terus melakukan pengecekan embung serta jaringan irigasi guna mengantisipasi kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pangan. Defransisco menekankan bahwa dampak kekeringan tidak hanya pada air baku, tetapi juga pada swasembada pangan dan sumber air pertanian. “Dampak kekeringan tidak hanya pada air baku, tetapi juga pada swasembada pangan dan sumber air pertanian. Itu harus jadi prioritas,” tandasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi keterkaitan erat antara ketersediaan air dan ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Koordinasi Lintas Sektor dan Kesiapsiagaan Daerah

Kesiapsiagaan menghadapi kemarau melibatkan koordinasi intensif antara pemerintah provinsi dan BPBD di tingkat kabupaten/kota. Bergas menegaskan bahwa seluruh persiapan distribusi air telah dirancang lebih awal, termasuk pemetaan jalur distribusi dan titik penampungan. Meski saat ini hujan masih turun di sejumlah wilayah, berbagai indikator menunjukkan bahwa musim kering akan segera datang. Prakiraan cuaca menandai Pulau Jawa akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, dengan pola yang diperkirakan mirip dengan tahun 2024.

Ringkasan

  • Jawa Tengah menyiapkan 123 juta liter air bersih untuk 18 daerah rawan kekeringan, dua kali lipat dari 54 juta liter pada 2024.
  • Produksi padi Januari–April 2026 mencapai 4,696 juta ton, 44,48% dari target tahunan 10,5 juta ton.
  • Puncak panen diperkirakan Mei 2026, target tahunan optimistis tercapai September 2026.
  • Pemerintah fokus pada percepatan tanam dan distribusi benih untuk menjaga produksi pangan.
  • Kekeringan diprediksi mulai Juni 2026 dengan pola mirip 2024, mengancam swasembada pangan jika tidak diantisipasi.
  • Koordinasi lintas sektor antara BPBD provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci kesiapsiagaan.
Galerie
Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton — image 1Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton — image 2Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton — image 3Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton — image 4Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton — image 5Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Produksi Padi Capai 4,6 Juta Ton — image 6
Selengkapnya