Tech

Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran

Presiden AS mengumumkan penghentian sementara 'Project Freedom' sehari setelah diluncurkan, seraya menyebut adanya kemajuan besar menuju kesepakatan akhir dengan Teheran, namun Iran menuding Washington gagal mencapai tujuannya.

4 menit
Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran
Presiden AS mengumumkan penghentian sementara 'Project Freedom' sehari setelah diluncurkan, seraya menyebut adanya kemajCredit · CNBC Indonesia

Fakta-fakta

  • Trump mengumumkan penghentian sementara Project Freedom pada 5 Mei 2026 melalui Truth Social.
  • Project Freedom diluncurkan pada 4 Mei 2026 untuk mengawal kapal keluar dari Selat Hormuz.
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Operasi Epic Fury telah selesai pada 5 Mei 2026.
  • AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
  • Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 8 April 2026, yang kemudian diperpanjang.
  • Iran melalui media INSA menyebut penghentian Project Freedom sebagai bukti kegagalan AS.
  • Pakistan dan negara-negara lain disebut sebagai mediator yang meminta penghentian operasi.

Penghentian Mendadak di Tengah Ketegangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, Selasa (5/5/2026) waktu setempat, hanya sehari setelah secara resmi memberlakukan 'Project Freedom' (Proyek Kebebasan). Dalam pernyataan di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa langkah ini diambil atas permintaan Pakistan dan negara-negara lain, serta adanya 'kemajuan besar menuju kesepakatan lengkap dan akhir' dengan perwakilan Iran. Meski operasi pengawalan dihentikan sementara, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap berlaku penuh. 'Kami telah sepakat bahwa, meskipun blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan... akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,' tulis Trump, seperti dikutip AFP. Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan tinggi di Selat Hormuz, di mana Iran dan AS saling menembak dan menuduh. Iran sebelumnya mengklaim telah menembak kapal AS, sementara Gedung Putih mengumumkan telah menenggelamkan tujuh kapal Iran.

Operasi Epic Fury Dinyatakan Selesai

Sebelum pengumuman Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa pagi menyatakan bahwa Operasi Epic Fury, operasi ofensif AS terhadap Iran, telah berakhir. 'Operasi telah berakhir -- Epic Fury -- seperti yang diberitahukan Presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu,' kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih. Rubio menekankan bahwa bentrokan di Selat Hormuz bukanlah bagian dari perang awal. 'Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif,' tegasnya. 'Dan artinya sangat sederhana -- tidak ada tembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu.' Pernyataan Rubio mengindikasikan bahwa AS menganggap fase militer aktif telah berakhir, meskipun ketegangan masih berlangsung. Rubio juga menyatakan bahwa Amerika telah 'mencapai tujuan' perang tersebut, seraya menambahkan bahwa Trump masih lebih menyukai kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran.

Iran Menolak Klaim Keberhasilan AS

Pemerintah Iran dengan cepat merespons pengumuman Trump melalui media resmi INSA, yang menyoroti 'kegagalan AS untuk mencapai tujuannya dalam apa yang disebut Proyek Kebebasan'. INSA juga mengklaim bahwa pembatalan operasi tersebut terjadi 'mengikuti sikap tegas dan peringatan dari Iran'. Pernyataan ini menegaskan sikap Teheran yang tetap menolak tekanan AS. Iran sebelumnya telah membalas serangan AS-Israel pada 28 Februari dengan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah Timur Tengah yang terdapat kepentingan AS-Israel, tanpa menyebabkan runtuhnya republik Islam. Meskipun Trump mengklaim kemajuan menuju kesepakatan, Iran belum memberikan tanggapan resmi langsung mengenai pernyataan tersebut. Ketidakjelasan ini menimbulkan keraguan tentang apakah negosiasi yang disebut Trump benar-benar berlangsung atau sekadar retorika.

Kronologi Konflik: Dari Serangan ke Gencatan Senjata

Konflik dimulai pada 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan menghancurkan situs militer serta ekonomi utama. Namun, serangan tersebut tidak memaksa runtuhnya rezim Teheran. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah Timur Tengah yang menjadi kepentingan AS-Israel. Pada 8 April 2026, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang meskipun negosiasi dengan Teheran menemui jalan buntu. Selama periode ini, ketegangan di Selat Hormuz meningkat tajam, dengan Iran memblokir jalur minyak vital tersebut sebagai bagian dari perang dengan AS dan Israel. Project Freedom diumumkan Trump pada Minggu (3/5/2026) dan mulai berlaku pada Senin (4/5/2026), dengan tujuan membantu kapal meninggalkan Selat Hormuz. Namun, operasi tersebut langsung diikuti bentrokan antara militer AS dan Iran, yang saling menembak dan menuduh.

Peran Mediator dan Ketidakpastian Kesepakatan

Trump menyebut Pakistan dan negara-negara lain sebagai mediator yang meminta penghentian sementara Project Freedom. Hal ini menunjukkan adanya upaya diplomasi di balik layar, meskipun detail mengenai keterlibatan mereka masih belum jelas. Klaim Trump tentang 'kemajuan besar menuju kesepakatan lengkap dan akhir' dengan perwakilan Iran tidak didukung oleh konfirmasi dari pihak Iran. Belum ada tanggapan resmi dari Teheran atau Washington mengenai substansi kesepakatan yang dimaksud. Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah penghentian operasi merupakan langkah taktis untuk meredakan ketegangan atau bagian dari strategi yang lebih besar. Rubio sebelumnya menyatakan bahwa Trump lebih menyukai kesepakatan yang dinegosiasikan, namun sikap Iran yang tetap tegas menunjukkan bahwa jalan menuju diplomasi masih panjang.

Dampak dan Prospek ke Depan

Penghentian sementara Project Freedom tidak mengubah status blokade Iran, yang tetap berlaku penuh. Hal ini berarti tekanan ekonomi terhadap Iran masih berlangsung, meskipun operasi militer langsung dihentikan. Bagi pasar energi global, Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak. Ketidakstabilan di kawasan ini telah menyebabkan fluktuasi harga minyak, dan penghentian operasi pengawalan mungkin tidak serta-merta meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Ke depan, fokus akan tertuju pada apakah negosiasi yang disebut Trump benar-benar membuahkan hasil. Jika kesepakatan tercapai, ini bisa menjadi titik balik dalam konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan. Namun, jika tidak, ketegangan di Selat Hormuz bisa kembali meningkat, dengan konsekuensi yang meluas bagi stabilitas regional dan ekonomi global.

Ringkasan

  • Trump menghentikan sementara Project Freedom, operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan dengan Iran.
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Operasi Epic Fury telah selesai, menandai berakhirnya fase ofensif militer AS terhadap Iran.
  • Iran melalui media INSA mengeklaim penghentian operasi sebagai bukti kegagalan AS mencapai tujuannya.
  • Blokade terhadap Iran tetap berlaku penuh meskipun operasi pengawalan dihentikan sementara.
  • Pakistan dan negara-negara lain disebut sebagai mediator, namun detail peran mereka belum jelas.
  • Ketidakpastian masih menyelimuti prospek kesepakatan antara AS dan Iran, dengan Teheran belum memberikan tanggapan resmi.
Galerie
Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran — image 1Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran — image 2Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran — image 3Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran — image 4Trump Hentikan Sementara Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Kemajuan Menuju Kesepakatan dengan Iran — image 5
Selengkapnya