IHSG Menguat 0,46% di Awal Pekan, Inflasi dan Neraca Dagang Jadi Sorotan
Indeks saham Indonesia naik 32,11 poin ke 6.988,91, didorong transaksi Rp 596 miliar, sementara pasar menanti data inflasi April dan neraca perdagangan Maret.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- IHSG dibuka naik 32,11 poin (0,46%) ke 6.988,91 pada Senin (4/5/2026).
- Nilai transaksi awal mencapai Rp 596 miliar dengan 6,47 miliar saham diperdagangkan.
- Kapitalisasi pasar tercatat Rp 12.495 triliun.
- Inflasi April 2026 diperkirakan 0,43% mtm (median 2,72% yoy) berdasarkan konsensus 13 institusi.
- PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 berada di 50,1, terendah sejak Juli 2025.
- BPS akan merilis data inflasi dan neraca dagang Maret pada 4/5, serta pertumbuhan ekonomi Q1-2026 pada 5/5.
- AS meluncurkan 'Project Freedom' untuk membuka Selat Hormuz, melibatkan 15.000 personel militer.
IHSG Hijau di Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pekan ini di zona hijau. Pada Senin (4/5/2026), IHSG naik 32,11 poin atau 0,46% ke level 6.988,91. Sebanyak 303 saham tercatat menguat, 102 melemah, dan 288 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 596 miliar, melibatkan 6,47 miliar saham dalam 63.706 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 12.495 triliun. Beberapa menit setelah pembukaan, IHSG melesat lebih dari 1% ke 7.033,98 pada pukul 09.04 WIB. Saham paling ramai diperdagangkan termasuk GOTO, BBCA, BUMI, dan BBRI. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih terpengaruh ketegangan Iran-AS dan rencana pembukaan Selat Hormuz.
Data Inflasi dan Neraca Dagang Jadi Fokus Pekan Ini
Pekan ini pasar menantikan serangkaian data ekonomi penting. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi dan neraca perdagangan Maret pada Senin (4/5). Inflasi Indonesia diperkirakan naik secara bulanan pada April 2026, salah satunya karena lonjakan harga BBM non-subsidi. Konsensus pasar yang dihimpun dari 13 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2026 mengalami inflasi 0,43% secara bulanan (mtm) dengan median inflasi tahunan 2,72% (yoy). Data ini menjadi indikator utama bagi arah kebijakan moneter. Selain itu, S&P Global akan mengumumkan aktivitas manufaktur Indonesia pada April 2026. Data Purchasing Managers' Index (PMI) bulan Maret 2026 berada di 50,1, angka terendah sejak Juli 2025 atau delapan bulan terakhir. Meski melandai, PMI masih dalam fase ekspansif selama delapan bulan berturut-turut, dengan angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Dinanti
BPS akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 pada Selasa (5/5/2026). Data ini sangat penting untuk mengukur ketahanan ekonomi Indonesia terhadap guncangan global di awal tahun. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan masih tinggi karena dampak Lebaran dan Ramadan serta libur panjang. Sebagai catatan, Ramadan merupakan puncak konsumsi di Indonesia. Pada kuartal I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% secara year-on-year (yoy), melambat dari periode yang sama tahun sebelumnya dan mencatat kontraksi 0,98% dibandingkan kuartal IV-2024 (q-to-q). Para pelaku pasar akan mencermati apakah tren perlambatan berlanjut atau terjadi akselerasi. Data ini juga menjadi acuan bagi investor asing dalam menilai prospek investasi di Indonesia.
Bursa Asia Bervariasi, Saham Korea Cetak Rekor
Bursa saham Asia bergerak bervariasi mengawali pekan ini. Saham Korea Selatan mencetak rekor baru, melanjutkan reli bulanan bersejarah setelah bulan April lalu. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.992, dibandingkan penutupan terakhir 25.776,53. Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit melemah. Pasar di Jepang dan Tiongkok tutup karena hari libur nasional. Kontrak berjangka saham AS diperdagangkan mendekati level datar pada Minggu malam, dengan S&P 500 naik 0,1%, Nasdaq 100 naik 0,1%, dan Dow Jones Industrial Average naik 100 poin (0,2%). Para investor masih terus mempertimbangkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta rencana AS untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak turun setelah pengumuman 'Project Freedom', dengan WTI turun 0,59% ke US$101,34 per barel dan Brent turun 0,27% ke US$107,88 per barel.
Project Freedom: AS Buka Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengumumkan 'Project Freedom' melalui Truth Social pada Minggu (3/5/2026), yang bertujuan membebaskan kapal-kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz sejak dimulainya perang Iran. Proyek ini akan dimulai pada Senin waktu Timur Tengah. Fokus utama adalah mengevakuasi kapal-kapal sipil berbendera negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik dari perairan sengketa tersebut, agar mereka dapat melanjutkan aktivitas bisnis dengan bebas dan lancar. Komando Pusat AS menyatakan dukungan militer akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat terbang darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Pengumuman ini langsung mempengaruhi harga minyak. Kontrak berjangka WTI untuk pengiriman Juli turun 0,59% menjadi US$101,34 per barel, sementara Brent turun 0,27% menjadi US$107,88 per barel. Pasar energi global masih mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah.
Prospek Pasar: Ketidakpastian Global dan Domestik
Arah pergerakan aset berisiko akan sangat bergantung pada apakah tekanan harga mereda dan apakah ekonomi global masih cukup kuat menahan suku bunga tinggi. Di saat yang sama, harga energi yang masih tinggi dan gangguan rantai pasok global menjaga tekanan biaya tetap hidup. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian dari data yang masuk satu per satu. Pekan ini menjadi ujian bagi sentimen investor, dengan data inflasi, neraca dagang, dan pertumbuhan ekonomi menjadi penentu. Di tengah ketidakpastian, IHSG mampu menguat di awal pekan, menunjukkan optimisme terbatas. Namun, volatilitas masih tinggi seiring perkembangan geopolitik dan data ekonomi yang akan dirilis.
Ringkasan
- IHSG dibuka menguat 0,46% ke 6.988,91 dengan transaksi Rp 596 miliar, didorong saham GOTO, BBCA, BUMI, dan BBRI.
- Inflasi April 2026 diperkirakan 0,43% mtm (2,72% yoy) akibat kenaikan harga BBM non-subsidi.
- PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 turun ke 50,1, terendah dalam delapan bulan, namun masih ekspansif.
- Pertumbuhan ekonomi Q1-2026 akan dirilis 5 Mei, diperkirakan tinggi karena efek Ramadan dan Lebaran.
- AS meluncurkan 'Project Freedom' untuk membuka Selat Hormuz, melibatkan 15.000 personel militer, yang menekan harga minyak.
- Bursa Asia bervariasi; saham Korea cetak rekor baru, sementara pasar Jepang dan Tiongkok libur.

PSM Makassar, Klub Tertua Indonesia, Raih Kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC

Galatasaray Gagal Kunci Gelar Usai Dibantai Samsunspor 4-1, Fenerbahçe Mendekat

Al Nassr Tumbang 1-3 dari Al Qadsiah, Cristiano Ronaldo Terancam Gagal Juara Liga Arab Saudi
