Tech

Vis Raghavan Dikontrak Citi Rp 800 Miliar Tiga Hari Setelah Dipecat JPMorgan karena Dugaan Bullying

Bankir papan atas itu menerima paket kompensasi senilai $52 juta dari Citigroup hanya beberapa hari setelah JPMorgan Chase menyatakan tidak memiliki masa depan baginya, menyusul bertahun-tahun keluhan perilaku kasar.

4 menit
Vis Raghavan Dikontrak Citi Rp 800 Miliar Tiga Hari Setelah Dipecat JPMorgan karena Dugaan Bullying
Bankir papan atas itu menerima paket kompensasi senilai $52 juta dari Citigroup hanya beberapa hari setelah JPMorgan ChaCredit · Financial Times

Fakta-fakta

  • Viswas 'Vis' Raghavan diangkat sebagai kepala perbankan dan wakil ketua eksekutif Citi pada Februari 2024.
  • Paket kompensasi Raghavan dari Citi bernilai $52 juta.
  • Raghavan diberitahu oleh JPMorgan bahwa ia tidak memiliki masa depan di bank tersebut hanya beberapa hari setelah perombakan manajemen.
  • Selama bertahun-tahun di JPMorgan, Raghavan menghadapi keluhan karena menyebut staf sebagai 'buang-buang kalori', 'bodoh', dan 'tidak memadai'.
  • Dalam sebuah insiden, Raghavan diduga membuat komentar tidak pantas kepada bankir junior tentang seorang wanita yang 'sekarang gemuk'.
  • JPMorgan sempat memotong gaji Raghavan karena masalah perilaku.
  • Citi membantah laporan bahwa proses perekrutan Raghavan berlangsung cepat dan tidak sesuai prosedur.
  • Raghavan lahir dan besar di India, meraih gelar Fisika dari Universitas Bombay dan gelar Teknik Elektronika serta Ilmu Komputer dari Aston University.

Rekrutmen Kilat Bernilai Miliaran

Citigroup merekrut Viswas Raghavan sebagai kepala perbankan dan wakil ketua eksekutif pada Februari 2024, hanya tiga hari setelah JPMorgan Chase menyatakan bahwa bankir bintang itu tidak memiliki masa depan di perusahaannya. Paket kompensasi yang diterima Raghavan mencapai $52 juta, atau sekitar Rp 800 miliar, menjadikannya salah satu eksekutif dengan bayaran tertinggi di Wall Street. Proses perekrutan yang berlangsung cepat ini menuai sorotan setelah laporan Financial Times mengungkap bahwa Raghavan telah menghadapi bertahun-tahun keluhan perilaku kasar di JPMorgan. Namun, Citigroup membantah narasi tersebut, menyatakan bahwa proses perekrutan dimulai pada Januari 2024, berlangsung lebih dari sebulan, dan melibatkan uji tuntas internal dan eksternal serta partisipasi langsung dari manajemen senior dan dewan direksi.

Riwayat Perilaku Kasar di JPMorgan

Selama bekerja di JPMorgan, Raghavan kerap melontarkan makian kepada staf, menyebut mereka sebagai 'buang-buang kalori', 'bodoh', dan 'tidak memadai'. Rekan kerja menggambarkannya sebagai 'pengganggu' yang perilakunya dianggap tidak pantas bahkan menurut standar Wall Street. Dalam sebuah insiden yang mencuat, Raghavan diduga membuat komentar tidak pantas kepada sekelompok bankir junior pada hari pertama mereka, menceritakan tentang seorang wanita yang dulu ia anggap menarik tetapi 'sekarang gemuk'. Keluhan terhadap Raghavan telah memicu beberapa tinjauan internal di JPMorgan selama bertahun-tahun. Bank tersebut bahkan sempat memotong gajinya sebagai sanksi atas masalah perilaku. Meskipun demikian, JPMorgan menolak berkomentar mengenai tuduhan spesifik terhadap Raghavan.

Respons Citigroup dan Pembelaan

Citigroup dengan tegas membela keputusan merekrut Raghavan. Dalam pernyataannya, bank tersebut mengatakan bahwa 'proses bagaimana Vis bergabung dengan Citi telah disalahartikan oleh FT' dan menegaskan bahwa Raghavan adalah 'pemimpin terbukti dengan rekam jejak yang baik dalam mendorong hasil'. Citi juga menyatakan bangga memiliki Raghavan sebagai anggota tim manajemen eksekutif dan yakin dengan bisnis yang ia bangun. Namun, laporan Financial Times mengungkap bahwa kekhawatiran di kalangan bankir senior JPMorgan semakin meningkat, dengan beberapa mengancam akan mengundurkan diri dan lainnya mengajukan keluhan yang naik hingga ke CEO Jamie Dimon. Raghavan diberitahu bahwa ia tidak memiliki masa depan di JPMorgan hanya beberapa hari setelah perombakan manajemen, dan ia bergerak cepat untuk mengamankan posisi di Citi hanya dalam satu akhir pekan.

Karier dan Latar Belakang Raghavan

Viswas Raghavan, yang akrab disapa Vis, adalah bankir kelahiran India yang memulai kariernya di JPMorgan sebagai salah satu pemimpin global perbankan investasi dan korporat, serta menjabat sebagai CEO JPMorgan untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Ia meraih gelar Bachelor of Science di bidang Fisika dari Universitas Bombay dan gelar Bachelor of Science dengan pujian di bidang Teknik Elektronika, serta gelar Ilmu Komputer dari Aston University di Birmingham, Inggris, yang kemudian memberinya gelar doktor kehormatan. Di Citi, Raghavan mengawasi aktivitas perbankan korporat, komersial, dan investasi, serta bermitra dengan jaringan internasional Citi. Ia juga menjadi anggota tim manajemen eksekutif dan dewan Citi Foundation, serta membantu merumuskan strategi perusahaan secara keseluruhan.

Kontroversi Kembali Mencuat

Meskipun peristiwa perekrutan terjadi pada 2024, kontroversi kembali mencuat setelah munculnya tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan eksekutif JPMorgan lainnya, Lorna Hajdini. Kasus Raghavan menjadi sorotan lagi karena menunjukkan pola perilaku bermasalah di kalangan bankir papan atas Wall Street yang seringkali luput dari sanksi tegas. Para pengamat industri mempertanyakan kebijakan Citi yang merekrut eksekutif dengan catatan perilaku kontroversial, terutama setelah bank tersebut sebelumnya mengklaim telah melakukan uji tuntas yang ketat. Hingga saat ini, belum ada pernyataan lebih lanjut dari regulator atau otoritas terkait mengenai kasus ini.

Implikasi bagi Budaya Perbankan

Kasus Vis Raghavan menyoroti tantangan dalam mengubah budaya kerja di industri perbankan yang kerap mentolerir perilaku agresif selama eksekutif mampu menghasilkan keuntungan. Langkah Citi yang tetap merekrut Raghavan dengan paket kompensasi fantastis menimbulkan pertanyaan tentang komitmen bank terhadap tata kelola dan etika. Ke depan, kasus ini dapat mendorong diskusi lebih luas tentang perlunya pengawasan ketat terhadap perilaku eksekutif dan konsekuensi nyata bagi pelanggaran, terlepas dari prestasi finansial mereka. Sementara itu, Raghavan terus menjalankan perannya di Citi, dan bank tersebut belum mengumumkan langkah lebih lanjut terkait kontroversi yang melingkupinya.

Ringkasan

  • Vis Raghavan menerima paket kompensasi $52 juta dari Citigroup hanya tiga hari setelah JPMorgan menyatakan ia tidak memiliki masa depan di perusahaan.
  • Raghavan menghadapi bertahun-tahun keluhan perilaku kasar di JPMorgan, termasuk menyebut staf sebagai 'buang-buang kalori' dan membuat komentar tidak pantas tentang penampilan wanita.
  • JPMorgan sempat memotong gaji Raghavan karena masalah perilaku, dan keluhan terhadapnya naik hingga ke CEO Jamie Dimon.
  • Citigroup membela perekrutan Raghavan, mengklaim prosesnya berlangsung lebih dari sebulan dengan uji tuntas ketat.
  • Kontroversi kembali mencuat setelah tuduhan pelecehan seksual terhadap eksekutif JPMorgan lainnya, Lorna Hajdini.
  • Kasus ini menyoroti budaya perbankan yang kerap mentolerir perilaku agresif selama eksekutif menghasilkan keuntungan.
Galerie
Vis Raghavan Dikontrak Citi Rp 800 Miliar Tiga Hari Setelah Dipecat JPMorgan karena Dugaan Bullying — image 1Vis Raghavan Dikontrak Citi Rp 800 Miliar Tiga Hari Setelah Dipecat JPMorgan karena Dugaan Bullying — image 2Vis Raghavan Dikontrak Citi Rp 800 Miliar Tiga Hari Setelah Dipecat JPMorgan karena Dugaan Bullying — image 3Vis Raghavan Dikontrak Citi Rp 800 Miliar Tiga Hari Setelah Dipecat JPMorgan karena Dugaan Bullying — image 4
Selengkapnya