BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Yogyakarta, 28 April 2026 Malam
Hujan lebat hingga ekstrem disertai angin kencang dan petir diperkirakan melanda 30 kecamatan di lima kabupaten/kota DIY pada Selasa malam.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Peringatan dini BMKG berlaku pada Selasa, 28 April 2026 pukul 19:35 WIB hingga dua jam ke depan.
- Cuaca ekstrem berupa hujan lebat/sangat lebat/ekstrem, angin kencang, dan kilat/petir.
- Kabupaten Sleman menjadi wilayah terdampak terbanyak dengan 18 kecamatan.
- Kota Yogyakarta mencakup 14 kecamatan dalam peringatan.
- Kabupaten Kulon Progo: 6 kecamatan (Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang).
- Kabupaten Bantul: 6 kecamatan (Banguntapan, Pleret, Piyungan, Sewon, Kasihan, Sedayu).
- Kabupaten Gunungkidul: 2 kecamatan (Patuk, Gedangsari).
- Visibilitas pengendara motor terpengaruh akibat mendung dan hujan deras.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Malam Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta pada Selasa, 28 April 2026, malam. Peringatan berlaku mulai pukul 19:35 WIB dan berlangsung hingga dua jam ke depan. Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang dan kilat atau petir. Cuaca buruk ini juga memengaruhi visibilitas pengendara kendaraan bermotor, terutama di tengah mendung dan hujan deras.
Wilayah Terdampak di Lima Kabupaten/Kota
BMKG merinci daerah-daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem. Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah kecamatan terbanyak, yaitu 18: Gamping, Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem, dan Cangkringan. Kabupaten Kulon Progo mencakup enam kecamatan: Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, dan Kalibawang. Kabupaten Bantul juga enam kecamatan: Banguntapan, Pleret, Piyungan, Sewon, Kasihan, dan Sedayu. Kabupaten Gunungkidul dua kecamatan: Patuk dan Gedangsari. Kota Yogyakarta meliputi 14 kecamatan: Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, Kraton, Gondomanan, Pakualaman, Mergangsan, Umbulharjo, dan Kotagede.
Imbauan dan Dampak bagi Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor akibat hujan lebat yang berkepanjangan. Pengendara kendaraan bermotor diminta berhati-hati karena visibilitas menurun drastis. Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi dini, mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba. Warga di daerah rawan bencana diimbau untuk memantau informasi terkini dari BMKG dan siap siaga menghadapi kemungkinan evakuasi.
Konfirmasi dari Sumber Resmi
Informasi ini bersumber dari laman resmi BMKG yang diakses pada Selasa malam. Data menunjukkan bahwa peringatan dini ini bersifat spesifik untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. BMKG secara rutin memperbarui prakiraan cuaca, termasuk untuk hari-hari berikutnya. Pada Jumat, 1 Mei 2026, prakiraan cuaca Jogja juga telah dirilis, meskipun peringatan dini khusus untuk malam 28 April 2026 menyoroti potensi ekstrem yang lebih tinggi.
Langkah Antisipasi dan Tindak Lanjut
Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengaktifkan posko darurat dan menyiagakan personel penanggulangan bencana. Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri bepergian jika tidak mendesak, terutama di wilayah yang disebutkan. BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, sehingga pemantauan terus dilakukan. Warga disarankan untuk menyimpan nomor darurat dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Perspektif Lebih Luas: Pola Cuaca di Yogyakarta
Yogyakarta, yang terletak di selatan Pulau Jawa, kerap mengalami cuaca ekstrem pada masa transisi musim. April-Mei biasanya merupakan periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, yang ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang. Fenomena ini diperparah oleh faktor lokal seperti topografi perbukitan di Kulon Progo dan Gunungkidul, yang meningkatkan risiko longsor. Kota Yogyakarta yang padat penduduk juga rentan terhadap banjir genangan akibat drainase yang terbatas.
Apa yang Perlu Diwaspadai ke Depan
BMKG akan terus memperbarui peringatan jika kondisi cuaca memburuk. Masyarakat diharapkan tidak lengah meskipun peringatan dini hanya berlaku untuk dua jam ke depan, karena potensi cuaca ekstrem dapat muncul kembali. Kesiapsiagaan individu dan komunitas menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana. Dengan informasi yang akurat dan respons cepat, dampak buruk cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Ringkasan
- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Yogyakarta pada 28 April 2026 pukul 19:35 WIB, berlaku dua jam ke depan.
- Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem, angin kencang, dan petir melanda 30 kecamatan di lima kabupaten/kota.
- Sleman menjadi wilayah dengan 18 kecamatan terdampak, terbanyak di DIY.
- Visibilitas pengendara motor menurun drastis akibat hujan deras dan mendung.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor.
- Pemerintah daerah diharapkan mengaktifkan posko darurat dan siaga bencana.

Persebaya vs PSBS Biak: Laga Krusial di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu 2 Mei 2025

Perpanjangan Pelaporan SPT Badan hingga 31 Mei 2026, DJP Siapkan Relaksasi Pembayaran
/data/photo/2026/04/16/69e0d820bad25.png)
Bansos PKH dan BPNT Tak Lagi Cair: Ini Penyebab dan Cara Cek Status Terbaru
