Heidi Klum Menjelma Patung Hidup di Met Gala 2026, Busana Spektakuler Curi Perhatian
Supermodel Jerman itu tampil dengan busana custom yang terinspirasi patung Veiled Vestal, lengkap dengan riasan wajah dan tangan yang disemir abu-abu.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Heidi Klum hadir di Met Gala 2026 dengan tema 'Costume Art' dan dress code 'Fashion Is Art'.
- Busana custom dibuat oleh makeup artist Mike Marino dari bahan lateks dan spandex.
- Inspirasi berasal dari patung Veiled Vestal karya Raffaele Monti (1847) serta karya Giuseppe Sanmartino.
- Penampilannya meliputi riasan wajah, tangan, gigi, dan lensa kontak abu-abu, serta hiasan kepala bunga.
- Patung Veiled Vestal dipajang di Chatsworth House dan muncul di film 'Pride & Prejudice' (2005).
- Tahun sebelumnya (2025), Klum mengenakan gaun hitam sederhana rancangan Guram Gvasalia untuk Vetements.
- Klum baru saja tampil cameo di 'The Devil Wears Prada 2' dan mempromosikan film tersebut bersama Grey Goose.
Transformasi Ekstrem di Karpet Merah
Heidi Klum, supermodel yang dijuluki Ratu Transformasi, kembali mengejutkan publik dengan penampilannya di Met Gala 2026, Senin malam di New York City. Ia hadir dengan busana yang membuatnya tampak seperti patung hidup, menyatu sempurna dengan tema malam itu, 'Costume Art'. Penampilan ini kontras dengan gaya tahun sebelumnya yang lebih sederhana. Busana custom yang dikenakan Klum dirancang oleh makeup artist Mike Marino, menggunakan bahan lateks dan spandex. Siluet ketat dengan efek ilusi membuatnya seolah mengenakan kain tipis yang membungkus tubuh. Riasan wajah, tangan, bahkan giginya dicat abu-abu, ditambah lensa kontak abu-abu dan hiasan kepala penuh elemen floral.
Inspirasi dari Patung Veiled Vestal
Penampilan Klum terinspirasi langsung dari patung Veiled Vestal, karya Raffaele Monti tahun 1847. Patung tersebut menggambarkan seorang Vestal Virgin, pendeta dewi Vesta dalam mitologi Romawi kuno. Karya seni ini awalnya dipesan pada 1846 dan sempat berada di Chiswick House, London Barat, sebelum kini dipajang di Chatsworth House. Patung Veiled Vestal juga terkenal karena muncul dalam film adaptasi 'Pride & Prejudice' tahun 2005 garapan Joe Wright. Selain Monti, Klum juga terinspirasi oleh karya Giuseppe Sanmartino, termasuk 'Veiled Christ' yang terkenal. Perpaduan ini menciptakan tampilan yang memadukan keanggunan klasik dengan sentuhan dramatis.
Kontras dengan Met Gala 2025
Penampilan tahun ini sangat berbeda dengan Met Gala 2025, di mana Klum mengenakan gaun hitam sederhana rancangan Guram Gvasalia, direktur kreatif Vetements. Jika tahun lalu ia memilih minimalis, tahun ini ia justru tampil maksimal dengan konsep patung hidup yang spektakuler. Perubahan drastis ini menunjukkan keseriusannya dalam menafsirkan tema tahunan Met Gala. Dress code malam itu adalah 'Fashion Is Art', dan Klum benar-benar menafsirkannya secara harfiah. Ia tidak hanya mengenakan busana, tetapi menjelma menjadi karya seni itu sendiri. Langkah ini sejalan dengan reputasinya yang selalu tampil beda di setiap kesempatan, terutama pesta Halloween.
Kembali ke Layar Lebar
Heidi Klum baru saja tampil cameo dalam sekuel 'The Devil Wears Prada 2', bekerja sama dengan Grey Goose untuk mempromosikan film tersebut. Dalam wawancara dengan ABC, ia mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali terlibat dalam waralaba ikonik itu. "Saya sangat beruntung 20 tahun lalu mendapat kesempatan kecil untuk berada di film ini. Saya ingat itu bersama Mr. Valentino, dan peran saya sangat kecil, tetapi tetap luar biasa," ujarnya. Ia berharap adegannya tidak dipotong dari film akhir. "Saya mungkin memiliki bagian kecil tahun ini, saya harap mereka tidak memotong saya. Tapi film ini tentang fashion, tentang orang-orang di puncak industri, jadi memberikan sedikit gambaran," tambahnya. Keterlibatannya di Met Gala tahun ini sekaligus menjadi ajang promosi tidak langsung.
Reaksi Publik dan Dampak Budaya
Penampilan Klum langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan pemberitaan internasional. Banyak yang memuji keberaniannya dalam mengeksplorasi tema seni secara radikal. Namun, tidak sedikit pula yang menganggapnya terlalu berlebihan. Terlepas dari pro dan kontra, aksinya berhasil mencuri perhatian dan menjadi salah satu momen paling ikonik di Met Gala tahun ini. Fenomena ini juga memicu diskusi tentang batasan antara fashion dan seni. Dengan menjadikan tubuhnya sebagai kanvas, Klum mendorong batasan kreativitas di karpet merah. Langkahnya mengingatkan pada tahun-tahun sebelumnya ketika ia tampil sebagai cacing tanah atau manusia serigala di pesta Halloween. Met Gala 2026 membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu selebriti paling berani dalam bereksperimen dengan penampilan.
Apa Selanjutnya untuk Heidi Klum?
Setelah kesuksesan di Met Gala, publik menantikan langkah selanjutnya dari supermodel berusia 52 tahun ini. Dengan proyek film yang baru saja dirilis dan reputasinya sebagai ikon fashion, ia diprediksi akan terus mendominasi pemberitaan industri hiburan. Belum ada konfirmasi apakah ia akan menghadiri acara besar lainnya dalam waktu dekat. Namun, satu hal yang pasti: Heidi Klum tidak pernah gagal mengejutkan. Met Gala 2026 menjadi bukti bahwa ia masih menjadi pusat perhatian, bahkan di usia yang tidak lagi muda. Transformasinya menjadi patung hidup mungkin akan dikenang sebagai salah satu momen paling berani dalam sejarah acara tersebut.
Ringkasan
- Heidi Klum tampil sebagai patung hidup di Met Gala 2026 dengan busana custom terinspirasi patung Veiled Vestal.
- Busana dibuat dari lateks dan spandex oleh Mike Marino, dengan riasan abu-abu menyeluruh termasuk gigi dan lensa kontak.
- Inspirasi berasal dari patung Raffaele Monti (1847) dan Giuseppe Sanmartino, yang juga muncul di film 'Pride & Prejudice'.
- Penampilan ini kontras dengan gaun hitam sederhana yang dikenakannya di Met Gala 2025.
- Klum baru saja tampil cameo di 'The Devil Wears Prada 2' dan mempromosikan film tersebut bersama Grey Goose.
- Aksinya memicu diskusi tentang batasan fashion dan seni, serta menegaskan posisinya sebagai ikon transformasi.







Persebaya vs PSBS Biak: Laga Krusial di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu 2 Mei 2025

Real Betis Hajar Real Oviedo 3-0, Perpanjang Dominasi Kandang

Kashima Antlers Akhiri Puasa Gelar J1 League 2016, Raih Trofi ke-9
