Pisa Hadapi Ancaman Degradasi Saat Lecce Berjuang Bertahan di Serie A
Kekalahan di kandang sendiri pada Jumat malam akan mengirim Pisa kembali ke Serie B, sementara Lecce berusaha mengamankan tempat mereka di kasta tertinggi Italia untuk musim kelima berturut-turut.
/https%3A%2F%2Fsportsmole-media-prod.s3.gra.io.cloud.ovh.net%2Fuploads%2F2025%2F10%2Fimago1068512646-1-690476424bea4072196659.jpg)
INDONESIA —
Fakta-fakta
- Pisa berada di posisi terbawah klasemen Serie A, membutuhkan kemenangan atas Lecce untuk memperpanjang harapan bertahan.
- Jika Pisa kalah, mereka akan terdegradasi secara matematis; bahkan jika menang, mereka masih bisa turun jika Cremonese mengalahkan Lazio pada Senin.
- Pisa telah kembali ke Serie A setelah 30 tahun absen, tetapi kini menghadapi degradasi keenam dalam delapan musim terakhir di kasta tertinggi.
- Pisa hanya meraih dua kemenangan dari 17 pertandingan kandang musim ini dan telah kalah dalam lima pertandingan terakhir, hanya mencetak satu gol.
- Lecce unggul satu poin di atas zona degradasi setelah bermain imbang 0-0 dengan Hellas Verona, dan hanya perlu menyamai hasil Cremonese dalam empat pertandingan tersisa.
- Lecce hanya mencetak 10 gol dari permainan terbuka sepanjang musim, dengan delapan gol terakhir dicetak oleh pemain berbeda.
- Oscar Hiljemark ditunjuk sebagai pelatih Pisa pada Februari, tetapi belum mampu membalikkan keadaan tim yang sedang kesulitan.
Pertarungan Hidup Mati di Cetilar Arena
Pisa dan Lecce akan bertemu dalam laga krusial Serie A pada Jumat malam di Cetilar Arena, dengan kedua tim berjuang menghindari degradasi. Bagi Pisa, kekalahan akan memastikan mereka kembali ke Serie B setelah hanya satu musim di kasta tertinggi. Tim asuhan Oscar Hiljemark saat ini berada di dasar klasemen, tertinggal beberapa poin dari zona aman. Meskipun menang, Pisa belum tentu selamat. Jika Cremonese mengalahkan Lazio pada Senin, maka Pisa akan tetap terdegradasi terlepas dari hasil pertandingan mereka. Situasi ini membuat laga Jumat menjadi penuh tekanan, dengan harapan tipis bagi tuan rumah untuk bertahan hidup.
Krisis Gol dan Rekor Buruk Pisa
Pisa telah kehilangan lima pertandingan terakhir mereka secara beruntun, hanya mencetak satu gol dalam periode tersebut. Tidak ada tim di lima liga top Eropa yang meraih lebih sedikit kemenangan musim ini. Dari 17 pertandingan kandang, Pisa hanya menang dua kali, menjadikan Cetilar Arena bukan benteng yang kokoh. Pelatih Oscar Hiljemark, yang ditunjuk pada Februari lalu, belum mampu memperbaiki performa tim. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, Pisa membutuhkan hasil maksimal, namun bahkan itu belum tentu cukup untuk menghindari degradasi. Ini akan menjadi degradasi keenam Pisa dalam delapan musim terakhir di Serie A, setelah sebelumnya terdegradasi pada 1988-89 dan 1990-91.
Lecce Berpegang pada Nasib Sendiri
Berbeda dengan Pisa, Lecce masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Tim asuhan Eusebio Di Francesco berada satu poin di atas zona degradasi, unggul atas Cremonese yang berada di posisi ke-18. Hasil imbang 0-0 melawan Hellas Verona pekan lalu memberi mereka satu poin berharga, meskipun mereka gagal mengalahkan tim yang berada di bawah mereka. Lecce hanya perlu menyamai hasil Cremonese dalam empat pertandingan terakhir untuk bertahan di Serie A untuk musim kelima berturut-turut. Namun, catatan mereka buruk: hanya meraih dua poin dari enam pertandingan terakhir, dengan hanya dua gol dicetak. Produktivitas gol menjadi masalah serius, karena mereka hanya mencetak 10 gol dari permainan terbuka sepanjang musim.
Kemandulan di Lini Depan
Ketidakmampuan Lecce mencetak gol menjadi sorotan utama. Dari 10 gol dari permainan terbuka, tidak ada satu pun pemain yang menjadi pencetak gol reguler. Delapan gol terakhir mereka dicetak oleh delapan pemain berbeda, menunjukkan kurangnya ketajaman di lini depan. Tanpa seorang penyerang andalan, Lecce mengandalkan kebersamaan tim untuk mencuri gol. Di sisi lain, Pisa juga tidak lebih baik. Hanya satu gol dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan krisis di lini serang. Kedua tim sama-sama lemah dalam mencetak gol, menjadikan pertandingan ini sulit diprediksi. Siapa pun yang mampu memanfaatkan peluang terbatas kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang.
Sejarah dan Stakes
Bagi Pisa, kembali ke Serie A setelah 30 tahun absen adalah pencapaian besar, tetapi ancaman degradasi cepat kembali membayangi. Dalam delapan musim terakhir di kasta tertinggi, mereka telah terdegradasi lima kali, termasuk dua musim beruntun pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Kini, mereka membutuhkan keajaiban untuk bertahan. Lecce, sebaliknya, berusaha mempertahankan status Serie A untuk musim kelima berturut-turut. Meskipun performa buruk akhir-akhir ini, mereka masih memiliki peluang lebih baik. Pertandingan Jumat akan menjadi ujian mental bagi kedua tim, dengan tekanan besar untuk meraih hasil positif.
Jalan ke Depan
Setelah pertandingan ini, Pisa akan menghadapi tiga laga sisa, tetapi jika kalah, pertandingan tersebut hanya akan menjadi formalitas. Bahkan jika menang, mereka masih bergantung pada hasil Cremonese. Lecce, di sisi lain, akan berusaha memperbaiki rekor buruk mereka dan mengamankan poin yang dibutuhkan. Dengan empat pertandingan tersisa, setiap poin sangat berharga. Bagi Lecce, targetnya sederhana: menyamai atau melampaui hasil Cremonese. Bagi Pisa, targetnya hampir mustahil: memenangkan semua pertandingan dan berharap tim lain terpeleset. Jumat malam akan menjadi babak krusial dalam kisah degradasi Serie A musim ini.
Ringkasan
- Pisa akan terdegradasi jika kalah dari Lecce pada Jumat, dan bahkan kemenangan belum menjamin keselamatan mereka.
- Lecce hanya perlu menyamai hasil Cremonese dalam empat pertandingan tersisa untuk bertahan di Serie A.
- Kedua tim mengalami krisis gol: Pisa hanya mencetak satu gol dalam lima pertandingan terakhir, sementara Lecce hanya mencetak dua gol dalam enam pertandingan terakhir.
- Pisa telah kalah dalam lima pertandingan beruntun dan hanya menang dua kali kandang musim ini.
- Lecce belum pernah kalah dalam pertandingan hidup mati musim ini, tetapi catatan mereka melawan tim papan bawah buruk.
- Pelatih Pisa Oscar Hiljemark belum mampu membalikkan keadaan sejak ditunjuk pada Februari.
Hardiknas 2026: Logo Baru dan Arahan Presiden Prabowo untuk Perguruan Tinggi

Pendapatan Cinema XXI Tembus Rp1,1 Triliun di Q1 2026, EBITDA Melonjak 81,2%

Doraemon Pamit dari RCTI Setelah 35 Tahun, Pindah ke Stasiun TV Lain
