Cinema XXI Raup Pendapatan Rp1,1 Triliun di Q1 2026, Berbalik Untung Berkat Film Lokal
Emiten bioskop terbesar Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan 18,2% year-on-year dan laba bersih Rp533 juta, setelah rugi Rp66,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Pendapatan Cinema XXI Q1 2026 mencapai Rp1,1 triliun, naik 18,2% YoY dari Rp929,2 miliar.
- EBITDA melonjak 81,2% menjadi Rp226,9 miliar dari Rp125,2 miliar pada Q1 2025.
- Laba bersih konsolidasi Rp533 juta, berbalik dari rugi Rp66,7 miliar pada Q1 2025.
- Pendapatan tiket bioskop Rp665,3 miliar, naik 14,3%, menyumbang 60,6% total revenue.
- Segmen F&B tumbuh 15,9% menjadi Rp357,6 miliar, dengan kontribusi 32,6%.
- Arus kas operasi melonjak menjadi Rp106,6 miliar dari Rp28,1 miliar.
- Tujuh film nasional meraup lebih dari satu juta penonton, naik dari tiga judul pada Q1 2025.
- Dividen tunai total Rp12 per saham, dengan saham tresuri gratis bagi pemegang 50 saham.
Kinerja Keuangan yang Solid
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), operator jaringan bioskop Cinema XXI, membukukan total pendapatan Rp1,1 triliun pada Kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 18,2% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp929,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja keuangan yang solid ini diumumkan dalam keterangan pers pada 30 April 2026. EBITDA tercatat Rp226,9 miliar, melonjak 81,2% dari Rp125,2 miliar pada Q1 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional yang signifikan seiring ekspansi bisnis. Arus kas dari aktivitas operasi meningkat signifikan menjadi Rp106,6 miliar dari Rp28,1 miliar pada Q1 2025, menjadi indikator kualitas pendapatan yang membaik.
Pendapatan Tiket dan F&B Tumbuh
Pendapatan tiket bioskop sebagai kontributor terbesar, mencapai 60,6% dari total revenue, tumbuh 14,3% menjadi Rp665,3 miliar. Segmen makanan dan minuman (F&B) yang menyumbang 32,6% revenue ikut tumbuh 15,9% menjadi Rp357,6 miliar dengan spend per head (SPH) yang terjaga. Kedua segmen ini menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan perusahaan. Kinerja Q1 2026 turut ditopang oleh kuatnya momentum film lokal, khususnya pada periode libur Lebaran. Tujuh judul film nasional masing-masing berhasil meraih lebih dari satu juta penonton, meningkat drastis dibandingkan hanya tiga judul pada Q1 2025. Lonjakan penonton ini mendorong pendapatan tiket dan F&B secara bersamaan.
Laba Bersih Berbalik Positif
Laba bersih konsolidasi Q1 2026 tercatat Rp533 juta, berbalik dari rugi Rp66,7 miliar pada Q1 2025. Meskipun angkanya masih relatif tipis karena beban penyusutan dan keuangan yang besar, perbaikan ini menandai titik balik fundamental bisnis. EBITDA yang tumbuh 81,2% YoY menjadi Rp226,9 miliar menunjukkan bahwa operasional inti perusahaan semakin efisien. Perusahaan juga mencatatkan arus kas operasi yang kuat, meningkat dari Rp28,1 miliar menjadi Rp106,6 miliar. Hal ini menjadi perhatian investor sebagai indikator kualitas pendapatan yang membaik. Dengan fundamental yang solid, Cinema XXI optimis melanjutkan tren positif ke depan.
Dividen dan Saham Tresuri
Cinema XXI membagikan total dividen tunai Rp12 per saham, dengan rincian Rp5 per saham dibayarkan pada 28 November 2025 (interim) dan Rp7 per saham pada 28 April 2026 (final). Selain itu, setiap pemegang 50 saham CNMA yang berhak akan menerima 1 saham tresuri secara cuma-cuma. Total 1.632.939.689 saham didistribusikan pada 28 April 2026. Kebijakan dividen ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah perbaikan kinerja. Saham tresuri gratis juga menjadi insentif tambahan bagi investor yang memegang saham dalam jumlah tertentu.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Dengan momentum film lokal yang kuat dan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan, Cinema XXI berada pada jalur pertumbuhan yang positif. Namun, beban penyusutan dan keuangan yang masih besar perlu dicermati karena dapat membatasi laba bersih. Perusahaan perlu menjaga pertumbuhan pendapatan dan pengendalian biaya untuk mempertahankan profitabilitas. Ke depannya, ekspansi bisnis dan kerjasama dengan rumah produksi film nasional akan menjadi kunci untuk mempertahankan momentum. Investor akan mengawasi perkembangan jumlah penonton dan kontribusi film lokal terhadap pendapatan. Jika tren positif berlanjut, Cinema XXI berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik lagi di sisa tahun 2026.
Ringkasan
- Pendapatan Cinema XXI Q1 2026 mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 18,2% YoY.
- EBITDA melonjak 81,2% menjadi Rp226,9 miliar, menandai efisiensi operasional.
- Laba bersih berbalik dari rugi Rp66,7 miliar menjadi laba Rp533 juta.
- Tujuh film nasional meraup lebih dari satu juta penonton, mendorong pendapatan tiket dan F&B.
- Dividen tunai Rp12 per saham dan saham tresuri gratis dibagikan pada April 2026.
- Arus kas operasi meningkat signifikan menjadi Rp106,6 miliar, indikator kualitas pendapatan membaik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553471/original/004388900_1775974870-perfect.jpg)
Cho Sang-kyung Ubah Hanbok Jadi Pernyataan Mode dalam 'Perfect Crown' Episode 7

Cade Cunningham Cetak Rekor Playoff Pistons, Detroit Bertahan Hidup Melawan Magic
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/04/30/71c053ac4f8d77024ab6183ae0b91b80-TOPSHOT_IRAQ_IRAN_US_ISRAEL_WAR_137864359.jpg)
Harga Minyak Tembus 126 Dolar AS di Tengah Blokade Selat Hormuz
