The Jakmania Laporkan Marc Klok ke PSSI Atas Pernyataan Kontroversial
Klub suporter Persija Jakarta memprotes ajakan gelandang Persib Bandung kepada Bobotoh untuk hadir di laga tandang.
/data/photo/2026/05/07/69fc19fc57422.jpeg)
INDONESIA —
Fakta-fakta
- The Jakmania melaporkan Marc Klok ke PSSI pada Jumat (8/5/2026).
- Laporan tersebut buntut dari pernyataan Marc Klok yang mempersilakan Bobotoh mendukung Persib di Samarinda.
- Pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung dijadwalkan pada Minggu (10/5/2026) di Stadion Segiri, Samarinda.
- Marc Klok telah meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya sebagai candaan melalui Instagram.
- Diky Soemarno, Ketua Umum The Jakmania, menyatakan ajakan tersebut tidak bijak di tengah situasi yang memanas.
- Regulasi BRI Super League 2025/2026 melarang kehadiran suporter tamu di kandang lawan.
- Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, berharap PSSI dapat melihat laporan ini secara jernih.
Kontroversi Jelang Laga Panas Persija vs Persib
Menjelang duel akbar antara Persija Jakarta dan Persib Bandung, gelandang Persib, Marc Klok, tersandung kontroversi. Klub suporter Persija, The Jakmania, secara resmi melaporkan Klok kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Jumat (8/5/2026). Laporan ini dipicu oleh pernyataan Klok yang mempersilakan pendukung Persib, Bobotoh, untuk datang ke Samarinda guna memberikan dukungan langsung. Pertandingan krusial antara kedua tim besar sepak bola Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (10/5/2026) di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Kepindahan lokasi pertandingan ke Samarinda sendiri disebabkan oleh pertimbangan keamanan, di mana Persija, sebagai tuan rumah, tidak mendapatkan izin kepolisian untuk bermain di Jakarta. The Jakmania menilai ajakan Klok tersebut tidak bijak, terutama mengingat tensi tinggi yang kerap menyertai pertemuan kedua tim. Mereka khawatir pernyataan tersebut dapat memperkeruh suasana dan mengganggu kondusivitas keamanan serta kenyamanan, baik bagi anggota mereka maupun jalannya persepakbolaan nasional.
Pernyataan yang Dianggap Melanggar Regulasi
Inti dari laporan The Jakmania adalah pernyataan Marc Klok yang beredar pada Kamis (7/5/2026), di mana ia secara terbuka mengajak Bobotoh untuk hadir di Stadion Segiri. "Semoga banyak Bobotoh yang hadir di sana juga dan support kita juga dan semoga ada hasil yang baik," ujar Klok kala itu. Ajakan ini secara langsung bertentangan dengan regulasi BRI Super League 2025/2026. Pasal 5 ayat 7 dari regulasi tersebut secara tegas melarang kehadiran suporter klub tamu di kandang lawan selama masa transisi transformasi sepak bola nasional. Klub yang terbukti melanggar aturan ini akan bertanggung jawab penuh atas kehadiran suporternya. Persija Jakarta, yang terpaksa mengungsi ke Samarinda, seharusnya mendapatkan hak sebagai tuan rumah tanpa kehadiran suporter lawan. Pernyataan Klok dianggap berpotensi memicu pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh federasi.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Marc Klok
Menyadari potensi kesalahpahaman dan dampak dari pernyataannya, Marc Klok segera memberikan klarifikasi. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (8/5/2026), gelandang Timnas Indonesia ini menegaskan bahwa ajakannya kepada Bobotoh hanyalah sebuah candaan. "Untuk Bobotoh tercinta, mohon untuk tidak away ke Stadion Segiri saat pertandingan Persija vs Persib, Minggu, 10 Mei 2026," tulis Klok. Ia menambahkan, "Kemarin soal ajakan away dari saya itu hanya bercanda dan tidak ada maksud untuk melanggar aturan yang berlaku." Ia pun meminta agar Bobotoh tetap memberikan dukungan dari rumah. Klok, yang pernah membela Persija, berusaha meluruskan niatnya dan meminta maaf atas candaan yang dinilai kurang tepat oleh sebagian pihak. Meskipun telah meminta maaf, proses laporan ke PSSI tetap berjalan.
Respons The Jakmania dan PSSI
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, secara langsung menyerahkan surat protes ke Kantor PSSI di GBK Arena, Jakarta, yang diterima oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi. Diky menyatakan bahwa meskipun ia mengapresiasi permintaan maaf Klok, ia tetap menyayangkan candaan tersebut. "Kalau pun itu bercanda, sepertinya kurang tepat bercandanya di tengah situasi memanas seperti ini," ujar Diky. Ia menekankan bahwa fokus utama The Jakmania adalah menjaga keamanan dan kenyamanan, serta kondusivitas sepak bola Indonesia. Ajakan untuk suporter Persib datang ke Samarinda dianggapnya kurang bijak dalam konteks tersebut. Diky juga menambahkan bahwa pemain sepak bola seringkali dianggap sebagai panutan oleh suporter, sehingga ucapan mereka memiliki pengaruh besar. Ia berharap situasi ini dapat diredam dan tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut, baik di Jakarta maupun di Bandung.
Pandangan Viking Persib Club
Menanggapi laporan The Jakmania, Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, memberikan pandangan yang lebih santai. Ia menganggap pernyataan Klok sebagai sebuah candaan yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan hingga dilaporkan ke federasi. "Memang itu kan hanya statement, mungkin Klok juga sudah klarifikasi (di Instagram) bahwa itu bercanda gitu kan," kata Tobias. Ia merujuk pada video utuh yang menunjukkan Klok dalam kondisi santai, bukan dalam suasana serius. Tobias juga menekankan bahwa tidak ada konsekuensi nyata dari ucapan Klok karena Bobotoh pada akhirnya tidak jadi berangkat ke Samarinda. Viking menghormati hak The Jakmania untuk melaporkan, namun berharap PSSI dapat melihat persoalan ini secara objektif dan jernih. Pihaknya pun akan berupaya mengimbau Bobotoh untuk tidak melakukan perjalanan tandang ke Samarinda, salah satunya dengan menggelar acara nonton bareng di beberapa titik di Bandung dan sekitarnya.
Implikasi Regulasi dan Pembelajaran
Kasus ini menyoroti kembali pentingnya pemahaman dan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi sepak bola. Larangan suporter tamu hadir di laga tandang merupakan upaya PSSI untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gesekan antar suporter. Pernyataan Marc Klok, meskipun diklaim sebagai candaan, menjadi pembelajaran berharga bagi para pemain. Mereka perlu lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada media, terutama menjelang pertandingan berisiko tinggi yang dapat memicu reaksi emosional dari berbagai pihak. Pemain, sebagai figur publik, memiliki tanggung jawab untuk tidak memperkeruh suasana. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PSSI mengenai tindak lanjut laporan The Jakmania. Kasus ini menjadi ujian bagi PSSI dalam menengahi perselisihan antar suporter dan menegakkan aturan yang berlaku demi kemajuan sepak bola Indonesia yang lebih kondusif.
Ringkasan
- The Jakmania melaporkan Marc Klok ke PSSI karena ajakannya kepada Bobotoh untuk hadir di laga Persija vs Persib di Samarinda.
- Pernyataan Klok dianggap tidak bijak dan berpotensi melanggar regulasi kompetisi yang melarang suporter tamu.
- Marc Klok telah meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya sebagai candaan.
- The Jakmania menghargai permintaan maaf namun tetap melanjutkan laporan ke PSSI demi menjaga kondusivitas.
- Viking Persib Club berpandangan bahwa kasus ini seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan dan berharap PSSI melihatnya secara jernih.
- Insiden ini menjadi pengingat bagi pemain sepak bola mengenai pentingnya berhati-hati dalam berkomunikasi di tengah tensi tinggi pertandingan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482712/original/018563100_1769240916-klok_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5635775/original/014568800_1778237139-IMG_20260508_174034_164.jpg)





Jadwal Salat Jumat 8 Mei 2026: Panduan Ibadah di Jakarta dan Sekitarnya
/data/photo/2026/04/30/69f324894c39c.jpg)
Perwira Polda Sumut Dipecat Usai Video Asusila dan Narkoba Viral

Drama Lima Gol: Dortmund Taklukkan Frankfurt di Puncak Musim
