Économie

Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun

RUPST menyetujui pembagian 79% laba bersih 2025, dengan sisa dividen Rp35,15 triliun akan dibayarkan setelah rapat.

4 menit
Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun
RUPST menyetujui pembagian 79% laba bersih 2025, dengan sisa dividen Rp35,15 triliun akan dibayarkan setelah rapat.Credit · Kompas.com

Fakta-fakta

  • Dividen tunai Rp44,47 triliun disetujui dalam RUPST pada 29 April 2026.
  • Dividen setara 79% dari laba bersih konsolidasi 2025 sebesar Rp56,3 triliun.
  • Dividen per saham (DPS) Rp476,95, naik dari Rp466,18 pada tahun buku 2024.
  • Dividen interim Rp9,3 triliun telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.
  • Sisa dividen Rp35,15 triliun akan didistribusikan pasca-RUPST.
  • RUPST juga menyetujui buyback saham maksimal Rp1,17 triliun hingga 29 April 2027.
  • Dividen ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah perseroan.

Rekor Dividen di Tengah Pertumbuhan Laba

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan dividen tunai tertinggi sepanjang sejarah perseroan, mencapai Rp44,47 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 29 April 2026. Jumlah tersebut setara dengan 79% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2025 yang sebesar Rp56,3 triliun. Angka ini naik tipis dibandingkan rasio pembayaran dividen tahun sebelumnya yang sebesar 78%. Dividen per saham (DPS) mencapai Rp476,95, tumbuh dari Rp466,18 per lembar saham pada tahun buku 2024. Harga saham BMRI pada penutupan hari RUPST tercatat Rp4.430 per saham, memberikan dividend yield sebesar 10,77%.

Alokasi Laba dan Pembayaran Bertahap

Dari total laba bersih Rp56,3 triliun, sebesar Rp44,47 triliun dialokasikan sebagai dividen, sementara sisanya Rp11,82 triliun atau 21% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Laba ditahan ini akan digunakan untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sebelumnya, Bank Mandiri telah membagikan dividen interim sebesar Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham pasca-RUPST adalah Rp35,15 triliun, setara dengan Rp376,95 per saham (dibulatkan menjadi Rp377). Komisaris Utama BMRI, Zulkifli Zaini, menyampaikan bahwa jadwal cum dividen final dan tanggal pembayaran dividen belum diumumkan lebih lanjut.

Pernyataan Manajemen: Komitmen pada Pemegang Saham

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh. "Dividen ini sekaligus menjadi wujud tekad kami untuk Melayani Sepenuh Hati, sebagai mitra negara dan bagian dari ekosistem Danantara yang memperkuat kontribusi BUMN bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menambahkan bahwa pembagian dividen mempertimbangkan kondisi permodalan yang solid dan upaya memberikan imbal hasil optimal. Riduan juga menekankan bahwa keputusan pemegang saham mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang dijaga perseroan.

Buyback Saham dan Perubahan Susunan Pengurus

Selain dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham perseroan dengan nilai maksimal Rp1,17 triliun. Buyback akan dilakukan dalam jangka waktu hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPST, yaitu hingga 29 April 2027. Saham hasil pembelian kembali akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan. RUPST juga menyepakati pemberhentian dengan hormat Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris Bank Mandiri, serta memberhentikan dan mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri.

Kinerja Keuangan 2025: Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Bank Mandiri membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun secara konsolidasi pada 2025, naik 0,93% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp55,78 triliun. Kredit perseroan mencapai Rp1.895 triliun, tumbuh 13,4% year-on-year (YoY). Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp2.106 triliun, naik 23,9% YoY, dengan pertumbuhan dana murah sebesar 12,6% YoY menjadi Rp1.431 triliun. Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% YoY sepanjang 2025, di tengah perlambatan pertumbuhan industri. Direktur Utama Riduan menyatakan bahwa pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan. "Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja," ujarnya pada Februari 2026.

Prospek dan Peran Strategis ke Depan

Dengan dividen tertinggi sepanjang sejarah, Bank Mandiri memperkuat posisinya sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar di kalangan BUMN. Ke depan, perseroan akan melanjutkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi program prioritas nasional. Keputusan untuk menahan 21% laba sebagai saldo laba ditahan menunjukkan keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan mempertahankan modal untuk pertumbuhan. Analis pasar akan mencermati apakah langkah ini cukup untuk mendukung ekspansi kredit di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Belum ada pengumuman mengenai jadwal cum dividen final, sehingga investor menunggu informasi lebih lanjut dari perseroan. Sementara itu, harga saham BMRI pada intraday RUPST tercatat Rp4.460 per saham, dengan indikasi dividend yield final sekitar 8,4%.

Ringkasan

  • Bank Mandiri membagikan dividen Rp44,47 triliun, tertinggi dalam sejarah, dengan rasio pembayaran 79% dari laba 2025.
  • Dividen per saham naik menjadi Rp476,95 dari Rp466,18 tahun sebelumnya.
  • Dividen interim Rp9,3 triliun telah dibayarkan, sisa Rp35,15 triliun akan dibayar setelah RUPST.
  • RUPST menyetujui buyback saham hingga Rp1,17 triliun dan perubahan susunan pengurus.
  • Laba bersih konsolidasi 2025 naik 0,93% menjadi Rp56,3 triliun, dengan kredit tumbuh 13,4% YoY.
  • Bank Mandiri menahan 21% laba sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat modal dan ekspansi.
Galerie
Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun — image 1Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun — image 2Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun — image 3Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun — image 4Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun — image 5Bank Mandiri Catat Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah, Rp44,47 Triliun — image 6
Selengkapnya