Tottenham di Ambang Degradasi: De Zerbi Serukan Perubahan Mentalitas Hadapi Aston Villa
Pelatih kepala Spurs mengakui bahwa musuh terbesar timnya saat ini bukanlah lawan di lapangan, melainkan suara negatif yang menghantui pikiran pemain dan staf.
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/02/21/023a549b2f264312071d7e53057365b9-cropped_image.jpg)
INDONESIA —
Fakta-fakta
- Tottenham Hotspur berada di peringkat ke-18 klasemen Liga Inggris dengan 34 poin.
- Spurs terpaut dua poin dari West Ham United yang berada di zona aman.
- Hanya tersisa empat pertandingan bagi Tottenham untuk menghindari degradasi.
- Probabilitas Tottenham terdegradasi musim ini mencapai 58 persen menurut superkomputer Opta.
- Kemenangan atas Aston Villa akan membawa Spurs keluar dari tiga posisi terbawah.
- Tottenham baru meraih kemenangan pertama mereka di Liga Inggris pada 2026 saat mengalahkan Wolverhampton Wanderers 1-0.
- Mauricio Pochettino, mantan pelatih Spurs, menyatakan kesedihannya melihat kondisi klub yang pernah diasuhnya.
Mentalitas Negatif Menjadi Musuh Terbesar
Suara-suara degradasi terus menghantui pikiran para pemain Tottenham Hotspur. Pelatih Kepala Roberto De Zerbi mengakui bahwa tantangan terberat saat ini bukanlah Aston Villa, melainkan mengubah mentalitas negatif yang merasuki tim. "Tantangan terpenting sekarang adalah membungkam suara di dalam diri kita, di dalam diri para pemain, di dalam diri staf, dan para penggemar. Suara ini menghasilkan pikiran negatif," kata De Zerbi menjelang laga kontra Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. De Zerbi mencontohkan suara-suara seperti "kita tidak beruntung, kita terlalu banyak mengalami cedera" atau "kita kehilangan Xavi Simons" sebagai omong kosong yang harus dihilangkan. Ia menegaskan bahwa alih-alih fokus pada hal negatif, para pemain harus mengalihkan pikiran pada kualitas mereka sendiri. "Kami memiliki kualitas untuk memenangi pertandingan ini. Itu bukan keajaiban. Kami harus tetap positif," ujarnya.
Situasi Kritis di Klasemen
Tottenham saat ini berada di posisi ke-18 dengan 34 poin, terpaut dua angka dari West Ham United yang menghuni zona aman. Dengan hanya empat laga tersisa, setiap pertandingan menjadi penentu nasib Spurs di Liga Inggris musim depan. Superkomputer Opta mencatat probabilitas Tottenham terdegradasi mencapai 58 persen, menjadikan mereka salah satu kandidat terkuat untuk turun kasta. Kemenangan atas Aston Villa tidak hanya akan mengeluarkan Tottenham dari tiga posisi terbawah, tetapi juga menurunkan persentase degradasi. Namun, Aston Villa bukanlah lawan yang mudah; mereka hanya mengalami tiga kekalahan dalam 11 pertandingan Liga Inggris terakhir. De Zerbi tetap percaya diri: "Kami akan bermain melawan salah satu tim terbaik saat ini di Liga Inggris. Namun, jika Tottenham menang di Villa Park, itu bukan keajaiban."
Secercah Harapan dari Kemenangan Perdana
Tottenham akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Liga Inggris pada tahun 2026 saat mengalahkan Wolverhampton Wanderers 1-0 pekan lalu. Kemenangan itu menjadi momentum penting setelah serangkaian hasil buruk. Kiper Antonin Kinsky, yang sebelumnya ditarik keluar setelah kebobolan tiga gol dalam 15 menit melawan Atletico Madrid di Liga Champions, tampil gemilang dengan menepis tendangan bebas Joao Gomes di menit-menit akhir. Joao Palhinha, yang kerap dikritik karena tidak memberikan dampak signifikan dalam bertahan, justru menjadi pilar solid di lini belakang. Kinerja mereka menunjukkan bahwa perubahan mentalitas mulai membuahkan hasil. De Zerbi menegaskan bahwa kepercayaan diri yang ditunjukkan sebelum laga melawan Wolves kini harus dipertahankan.
Dukungan Moral dari Mantan Pelatih
Mauricio Pochettino, yang melatih Tottenham dari 2014 hingga 2019, mengaku sedih melihat kondisi klub yang pernah dibawanya ke final Liga Champions. "Ini sangat menyedihkan, saya sangat mencintai Tottenham, klub ini akan menjadi bagian dari hidup saya, bagian penting dari hidup saya sebagai pelatih, dan juga kehidupan pribadi saya," kata Pochettino dalam episode terbaru podcast Stick to Football. "Ini sangat menyedihkan karena saya tahu bagaimana penderitaan orang-orang di sana, baik di dalam klub maupun para penggemar," sambungnya. Pochettino kini menangani Timnas Amerika Serikat dengan catatan 13 kemenangan, dua imbang, dan sembilan kekalahan dalam 24 pertandingan. Pernyataannya menjadi pengingat akan masa lalu gemilang Spurs yang kontras dengan situasi sekarang.
Laga Penentu di Villa Park
Pertandingan melawan Aston Villa pada Senin dini hari menjadi ujian krusial bagi Tottenham. Kemenangan akan membawa mereka keluar dari zona degradasi, sementara kekalahan bisa memperbesar peluang turun kasta. De Zerbi menekankan pentingnya mengubah mentalitas negatif menjadi positif, terutama setelah kemenangan tipis atas Wolves. Tim asuhannya menunjukkan ketangguhan di laga tersebut, dengan pertahanan yang solid dan penyelamatan krusial dari Kinsky. Namun, konsistensi masih menjadi tanda tanya. De Zerbi optimistis: "Jika Tottenham menang di Villa Park, itu bukan keajaiban. Kami memiliki kualitas untuk memenangi pertandingan ini." Pertandingan ini akan menjadi indikator apakah Spurs benar-benar mampu bangkit atau justru semakin terpuruk.
Apa yang Dipertaruhkan untuk Tottenham
Degradasi dari Liga Inggris akan menjadi pukulan telak bagi Tottenham, baik secara finansial maupun reputasi. Klub London Utara itu belum pernah terdegradasi sejak promosi ke divisi teratas pada 1978. Dengan sisa empat pertandingan, setiap poin menjadi sangat berharga. De Zerbi, yang ditunjuk pada akhir Maret, memiliki tugas berat untuk menyelamatkan musim Spurs. Kemenangan atas Wolves menjadi modal berharga, tetapi konsistensi masih menjadi masalah. Jika Tottenham berhasil mengalahkan Aston Villa, mereka tidak hanya akan keluar dari zona merah, tetapi juga membungkam suara-suara negatif yang selama ini menghantui. Sebaliknya, kekalahan bisa menjadi awal dari akhir perjalanan mereka di Premier League.
Ringkasan
- Tottenham Hotspur berada di peringkat ke-18 dengan 34 poin, terpaut dua poin dari zona aman, dan hanya menyisakan empat pertandingan.
- Probabilitas degradasi Spurs mencapai 58 persen menurut Opta, menjadikan mereka salah satu kandidat terkuat untuk turun kasta.
- Pelatih Roberto De Zerbi mengidentifikasi mentalitas negatif sebagai musuh utama, bukan lawan di lapangan.
- Kemenangan perdana di Liga Inggris pada 2026 atas Wolverhampton memberikan secercah harapan, dengan penampilan gemilang kiper Antonin Kinsky dan gelandang Joao Palhinha.
- Mauricio Pochettino, mantan pelatih Spurs, menyatakan kesedihannya melihat kondisi klub yang pernah dibawanya ke final Liga Champions.
- Laga melawan Aston Villa menjadi penentu: kemenangan akan membawa Spurs keluar dari zona degradasi, sementara kekalahan bisa memperbesar peluang turun kasta.

:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/02/21/023a549b2f264312071d7e53057365b9-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/03/06/ac1048b0af7f05aceb2959c3136cc1a0-wires_photo_2026_03_06T055316.483.jpg)
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/11/c178458e98fcb1150f6400ccd507d4af-776432815_1_.jpg)
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/04/13/6f7a74a4a7e795041217d729b216dcf1-Britain_Premier_League_Soccer_84_.jpg)
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/04/26/917eb001bbd851c926791439a9d810d1-Britain_Premier_League_Soccer_4_.jpeg)
Hardiknas 2026: Logo Baru dan Arahan Presiden untuk Perguruan Tinggi

Dewa United Banten Perkosa Satria Muda Bandung di Kandang Sendiri pada IBL 2026
