Sport

Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League

Gol cepat Sarr setelah 21 detik catat rekor baru, sementara Shakhtar berjuang melawan jadwal perjalanan 18 jam akibat perang.

3 menit
Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League
Gol cepat Sarr setelah 21 detik catat rekor baru, sementara Shakhtar berjuang melawan jadwal perjalanan 18 jam akibat peCredit · BBC

Fakta-fakta

  • Crystal Palace menang 3-0 atas Shakhtar Donetsk di leg pertama semifinal Conference League.
  • Gol Sarr tercipta setelah 21 detik, menjadi gol tercepat dalam sejarah Conference League.
  • Strand Larsen dan Kamada juga mencetak gol untuk Crystal Palace.
  • Pertandingan dimainkan di Krakow, Polandia, karena perang di Ukraina.
  • Shakhtar harus menempuh perjalanan darat 18 jam ke Kyiv untuk laga domestik.
  • Final Conference League akan digelar pada 27 Mei, dengan lawan antara Rayo atau Strasbourg.

Kemenangan Kilat di Krakow

Crystal Palace membuka leg pertama semifinal UEFA Conference League dengan kemenangan telak 3-0 atas Shakhtar Donetsk di Stadion Miejski di Krakow, Polandia, Kamis malam. Gol cepat dari Ismaila Sarr hanya dalam 21 detik menjadi gol tercepat dalam sejarah kompetisi ini, memecahkan rekor sebelumnya. Dua gol tambahan dari Jorgen Strand Larsen dan Daichi Kamada memastikan keunggulan dua gol bagi tim asuhan Oliver Glasner menjelang leg kedua di Selhurst Park pekan depan.

Rekor dan Dominasi Palace

Crystal Palace mencatatkan diri sebagai tim Inggris ke-21 yang mencapai semifinal Eropa, hanya Jerman yang memiliki lebih banyak tim (26). The Eagles tampil dominan di kompetisi ini dengan statistik tertinggi: 198 tembakan, 65 tembakan tepat sasaran, 397 sentuhan di kotak penalti lawan, dan expected goals (xG) sebesar 27,8. Tidak ada tim lain yang mencatat angka lebih tinggi di Conference League musim ini. Kemenangan ini memperkuat ambisi Palace untuk menambah trofi setelah memenangkan Piala FA musim lalu dengan mengalahkan Manchester City di Wembley.

Keyakinan dan Semangat Tim

Bek Crystal Palace Maxence Lacroix menegaskan bahwa timnya percaya segalanya mungkin terjadi. "Kami ingin memenangkan trofi lain. Saya pikir kami hanya mengatakan: semuanya mungkin. Kami menunjukkannya tahun lalu dan saya pikir orang-orang, ketika mereka datang mendukung kami, mereka melihat bahwa kami bisa melakukan sesuatu tahun ini," ujar Lacroix. Manajer Oliver Glasner memuji semangat timnya: "Ini adalah kelompok orang yang luar biasa, karakter yang hebat. Tidak ada tombol yang bisa kami tekan untuk menyalakannya, ini adalah sesuatu yang kami ciptakan selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun — bahwa kami tahu kami selalu bisa kembali dan mencetak gol."

Perjuangan Shakhtar di Tengah Perang

Di sisi lain, Shakhtar Donetsk menghadapi tantangan luar biasa akibat invasi Rusia. Klub belum bermain di kandang sendiri, Donbass Arena, sejak Mei 2014 — hampir satu dekade pengasingan. Untuk pertandingan ini, mereka harus menempuh perjalanan bus selama 18 jam dari markas sementara di Polandia ke Kyiv untuk laga domestik melawan Dynamo Kyiv akhir pekan ini, sebelum kembali ke Polandia untuk terbang ke London. Direktur olahraga Shakhtar, Darijo Srna, mengungkapkan bahwa tidak ada staf medis atau pelatih top dunia, termasuk Pep Guardiola atau Jurgen Klopp, yang memiliki pengalaman memulihkan atlet setelah 18 jam di bus di antara pertandingan berisiko tinggi. "Keselamatan skuad sepenuhnya bergantung pada ketangguhan mental, bukan persiapan fisik yang optimal," kata Srna.

Dampak Perang pada Logistik dan Mental

Persiapan Shakhtar sering terganggu oleh sirene serangan udara, memaksa pemain menghabiskan waktu berjam-jam di tempat perlindungan bawah tanah. Perubahan hotel mendadak karena ancaman rudal dianggap sebagai hambatan logistik rutin. Meskipun demikian, tim tetap tampil kompetitif di Eropa, menunjukkan ketahanan institusional yang luar biasa. Perjalanan mereka mencerminkan perjuangan tim-tim yang terusir di seluruh dunia, membuktikan bahwa identitas melampaui geografi. Namun, kekalahan 3-0 di leg pertama membuat tugas mereka semakin berat untuk membalikkan keadaan di London.

Langkah Selanjutnya dan Prospek Final

Leg kedua akan digelar di Selhurst Park pekan depan, di mana Crystal Palace unggul dua gol. Mantan bek Aston Villa, Joleon Lescott, yang kini menjadi analis, menilai mencapai final akan menjadi momen terbesar dalam karier beberapa pemain Palace. "Ini bukan penampilan yang hebat tetapi mereka mencetak tiga gol. Jika mereka bisa meningkatkan performa, akan semakin sulit bagi Shakhtar untuk bangkit," ujarnya. Pemenang akan menghadapi Rayo Vallecano atau Strasbourg di final pada 27 Mei. Sementara itu, Nottingham Forest mengalahkan Aston Villa di Liga Europa pada hari yang sama.

Ringkasan

  • Crystal Palace unggul 3-0 di leg pertama semifinal Conference League, dengan rekor gol tercepat dalam sejarah kompetisi.
  • Shakhtar Donetsk berjuang melawan jadwal perjalanan 18 jam dan kondisi perang, menunjukkan ketahanan luar biasa.
  • Palace mendominasi statistik ofensif di Conference League musim ini, memimpin dalam tembakan, sentuhan di kotak penalti, dan xG.
  • Final akan dimainkan pada 27 Mei, dengan Palace selangkah lagi menambah trofi Eropa setelah Piala FA musim lalu.
  • Krisis logistik Shakhtar akibat perang menyoroti kesenjangan besar antara klub yang stabil dan yang terusir.
Galerie
Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League — image 1Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League — image 2Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League — image 3Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League — image 4Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League — image 5Crystal Palace Taklukkan Shakhtar Donetsk 3-0 di Leg Pertama Semifinal Conference League — image 6
Selengkapnya