Verstappen Sebut Perubahan Aturan F1 Hanya 'Gelitikan', Norris dan Russell Lebih Optimistis
Pembalap Red Bull menilai revisi teknis belum cukup membuat mobil benar-benar flat out, sementara pebalap McLaren dan Mercedes menyambut positif langkah yang diambil.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Max Verstappen menyebut perubahan aturan F1 sebagai 'gelitikan' dan belum cukup untuk mengatasi kekhawatiran pembalap.
- George Russell dari Mercedes menilai perubahan tersebut 'bagus'.
- Lando Norris, juara dunia bertahan, mengatakan pembalap 'harus senang' dengan apa yang telah dilakukan.
- Perubahan teknis bertujuan mengembalikan kualifikasi ke tantangan flat-out dan mengurangi perbedaan kecepatan saat balapan.
- Mesin baru memiliki pembagian hampir 50-50 antara pembakaran internal dan tenaga listrik.
- Perubahan difokuskan pada pengurangan teknik mengemudi 'kontra-intuitif' seperti mengangkat pedal gas sebelum tikungan untuk mengisi baterai.
- Perbedaan kecepatan akibat satu mobil menggunakan 350 kW (470 bhp) tenaga listrik sementara yang lain mengisi baterai menjadi target utama.
- Norris menambahkan bahwa perubahan yang lebih besar di masa depan membutuhkan lebih banyak waktu.
Verstappen: 'Ini Hanya Gelitikan'
Max Verstappen, pembalap Red Bull yang sebelumnya menyatakan mobil baru membuatnya mempertanyakan masa depannya di F1, menilai perubahan aturan teknis yang akan diterapkan musim ini hanya sebagai 'gelitikan'. Menurutnya, revisi tersebut belum cukup untuk membuat balapan benar-benar flat out seperti yang diinginkan para pembalap. "Ini hanya gelitikan. Belum seperti yang kami butuhkan untuk benar-benar membuatnya flat out," ujar Verstappen. Ia menambahkan bahwa mencapai kesepakatan mengenai perubahan yang lebih besar sangat rumit, dan berharap tahun depan bisa dilakukan perubahan yang sangat besar.
Russell dan Norris Beri Respons Positif
Berbeda dengan Verstappen, George Russell dari Mercedes menyebut perubahan tersebut sebagai langkah yang 'bagus'. Sementara itu, juara dunia Lando Norris dari McLaren menyatakan para pembalap 'harus senang' dengan apa yang telah dicapai. Norris mengakui bahwa sulit untuk melakukan perubahan yang lebih jauh mengingat batasan regulasi yang ada. "Kami semua ingin lebih ke arah yang sudah mereka ambil. Balapan sebenarnya tidak akan jauh berbeda. Namun, kualifikasi seharusnya menjadi sedikit lebih flat out, seperti gaya kualifikasi yang kami inginkan sebagai pembalap," jelas Norris.
Dua Target Utama Perubahan Teknis
Serangkaian perubahan teknis yang kompleks telah dilakukan dengan dua tujuan utama: mengembalikan kualifikasi ke tantangan yang lebih flat out bagi para pembalap, dan mengurangi perbedaan kecepatan saat balapan. Perubahan ini dirancang untuk mengatasi teknik mengemudi 'kontra-intuitif' seperti mengangkat pedal gas dan meluncur sebelum tikungan saat kualifikasi untuk mengisi baterai. Fokus lainnya adalah mengurangi kemungkinan perbedaan kecepatan yang disebabkan ketika satu mobil menggunakan seluruh tenaga listrik 350 kW (470 bhp) sementara mobil lain tidak menggunakannya karena sedang mengisi baterai. Mesin baru memiliki pembagian hampir 50-50 antara pembakaran internal dan tenaga listrik, yang membutuhkan manajemen energi yang signifikan.
Perubahan Besar Masih Butuh Waktu
Meskipun ada optimisme dari beberapa pembalap, Norris menekankan bahwa perubahan yang lebih signifikan di masa depan membutuhkan waktu lebih lama. "Kami telah melakukan pekerjaan yang baik dalam mencoba memperbaiki hal-hal. Hal-hal yang lebih besar dan yang kami inginkan lebih banyak di masa depan akan membutuhkan lebih banyak waktu," ujarnya. Verstappen, yang sebelumnya mengkritik keras arah pengembangan mobil saat ini, tampaknya masih belum puas. Ia berharap perubahan besar dapat dilakukan tahun depan, meskipun menyadari kompleksitas dalam menyatukan pendapat semua pihak.
Dampak di Miami dan Masa Depan F1
Perubahan aturan ini akan diuji coba dalam Grand Prix Miami yang akan datang. Pertanyaan utama adalah apakah perubahan tersebut akan membuat perbedaan yang nyata dalam balapan. Verstappen meragukan dampak signifikan, sementara Norris dan Russell lebih optimistis. Perdebatan mengenai arah regulasi F1 terus berlanjut, dengan para pembalap terpecah antara mereka yang menginginkan perubahan radikal dan mereka yang menerima kompromi yang ada. Musim ini akan menjadi indikator awal apakah perubahan teknis ini berhasil mencapai tujuannya tanpa mengorbankan daya saing balapan.
Ringkasan
- Max Verstappen mengecam perubahan aturan F1 sebagai tidak cukup signifikan, menyebutnya 'gelitikan'.
- George Russell dan Lando Norris memberikan tanggapan lebih positif terhadap revisi teknis yang ada.
- Perubahan bertujuan mengurangi teknik mengemudi kontra-intuitif dan perbedaan kecepatan akibat manajemen energi mesin hybrid.
- Mesin baru dengan pembagian 50-50 antara tenaga pembakaran dan listrik memerlukan manajemen energi yang rumit.
- Perubahan besar di masa depan masih membutuhkan waktu dan konsensus di antara tim dan pembalap.
- Grand Prix Miami akan menjadi ujian awal efektivitas perubahan aturan ini.







Como dan Napoli Imbang Tanpa Gol, Perburuan Liga Champions Makin Ketat

Wolves Terdegradasi, Sunderland Terpuruk: Laga Tanpa Beban di Molineux

Arsenal Bawa Keunggulan Tipis ke Lyon di Semifinal Liga Champions Wanita
