Sciences

Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat

Kapal pesiar mewah MV Hondius terdampar di lepas pantai Tanjung Verde setelah wabah hantavirus menewaskan tiga orang, memicu evakuasi terbatas dan kekhawatiran penyebaran virus.

4 menit
Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat
Kapal pesiar mewah MV Hondius terdampar di lepas pantai Tanjung Verde setelah wabah hantavirus menewaskan tiga orang, meCredit · 20detik

Fakta-fakta

  • Tiga orang tewas akibat hantavirus di kapal pesiar MV Hondius: dua lansia Belanda dan satu warga Jerman.
  • MV Hondius dioperasikan oleh perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions dan berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
  • Kapal dilarang bersandar di Tanjung Verde untuk mencegah penyebaran virus ke daratan.
  • Seorang penumpang asal Inggris dievakuasi ke Afrika Selatan dan dirawat intensif dengan varian hantavirus terkonfirmasi.
  • Tujuh orang lainnya diduga terinfeksi, sebagian telah terkonfirmasi dan sebagian masih menunjukkan gejala.
  • WHO mengonfirmasi setidaknya satu kasus hantavirus dengan satu pasien di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Mewah

Tiga orang tewas dan puluhan lainnya terjebak di kapal pesiar mewah MV Hondius yang terdampar di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat, setelah wabah hantavirus melanda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa tiga kematian tersebut disebabkan oleh hantavirus, penyakit langka yang biasanya ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Kapal yang membawa sebagian besar penumpang asal Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol itu kini menjadi episentrum krisis kesehatan yang mendesak.

Kronologi Kematian dan Evakuasi

Seorang penumpang asal Belanda dilaporkan sakit saat di kapal dan meninggal pada 11 April 2026. Jenazahnya dibawa keluar setelah kapal berlabuh di St Helena pada 24 April 2026. Istrinya, yang juga turun di St Helena, kemudian sakit dan meninggal. Belum dapat dipastikan apakah kedua kematian ini terkait dengan kondisi kesehatan di atas kapal. Penumpang lain, seorang laki-laki asal Inggris, dievakuasi ke Afrika Selatan pada 27 April karena sakit parah dan masih dalam kondisi kritis. Ia dipastikan teridentifikasi varian dari virus hanta. Seorang penumpang asal Jerman kemudian dilaporkan tewas pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan penyebab kematian masih diselidiki.

Larangan Bersandar dan Upaya Evakuasi

Setelah ditemukan virus hanta di kapal, otoritas Tanjung Verde melarang MV Hondius bersandar di pelabuhan Praia, ibu kota negara itu. Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Tanjung Verde (INSP), Maria da Luz Lima, menyatakan, "Di sini, di negara ini, penumpang tidak akan bisa turun, tepatnya untuk melindungi penduduk Tanjung Verde." Evakuasi diprioritaskan kepada awak dan penumpang yang bergejala atau diduga terinfeksi. Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) Belanda terlibat dalam upaya evakuasi. Oceanwide Expeditions, perusahaan Belanda yang mengoperasikan MV Hondius, menyebutkan bahwa Kepulauan Canary di Spanyol sedang dipertimbangkan sebagai lokasi pendaratan kapal untuk pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Keterlibatan Pemerintah Belanda dan Organisasi Internasional

Kementerian Luar Negeri Belanda sedang mempertimbangkan kemungkinan mengevakuasi warganya dari kapal tersebut. Seorang juru bicara kementerian tersebut kepada AFP mengatakan, "Jika hal ini bisa terjadi, kami akan mengoordinasikannya." WHO telah mengonfirmasi setidaknya satu kasus hantavirus, dengan satu pasien dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan. Dua dari tiga korban tewas adalah pasangan dari Belanda. Hingga Selasa, 5 Mei 2026, tujuh orang lainnya diduga terinfeksi, sebagian sudah terkonfirmasi dan sebagian masih menunjukkan gejala.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, melalui urine, kotoran, dan air liur yang terkontaminasi. Manusia dapat terinfeksi saat menghirup partikel udara yang terkontaminasi dari kotoran atau urine tikus yang mengering. Beberapa jenis hantavirus menyebabkan sindrom berbeda, seperti hantavirus pulmonary syndrome (HPS) di Amerika dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) di Asia dan Eropa. Gejala awal sering tidak spesifik, menyerupai flu seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, gejala dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat, terutama pada HPS, dengan sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga kondisi yang mengancam jiwa dalam waktu singkat.

Penanganan dan Pencegahan

Belum ada antivirus spesifik untuk hantavirus; pengobatan difokuskan pada perawatan suportif untuk mengatasi gejala. Pencegahan terutama dilakukan melalui kebersihan lingkungan, pengendalian populasi tikus, serta perlindungan saat membersihkan area berisiko tinggi. Aktivitas seperti membersihkan area tertutup yang lama tidak digunakan dapat meningkatkan risiko paparan. Dalam konteks kapal MV Hondius, langkah-langkah karantina dan evakuasi selektif menjadi prioritas untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Nasib Penumpang dan Prospek ke Depan

Sisa awak dan penumpang masih berada di dalam MV Hondius yang berada di alur masuk pelabuhan Praia. Otoritas Tanjung Verde dan perusahaan pelayaran terus berkoordinasi untuk mencari solusi pendaratan yang aman. Kepulauan Canary di Spanyol menjadi kandidat utama, namun belum ada keputusan final. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Belanda dan negara-negara asal penumpang lainnya terus memantau situasi. Krisis ini menyoroti kerentanan kapal pesiar terhadap wabah penyakit langka dan tantangan logistik dalam penanganan darurat kesehatan di tengah laut.

Ringkasan

  • Hantavirus adalah penyakit langka yang ditularkan melalui udara dari kotoran tikus, dengan tingkat keparahan tinggi dan belum ada antivirus spesifik.
  • Wabah di MV Hondius menewaskan tiga orang dan menginfeksi tujuh lainnya, memicu evakuasi terbatas dan karantina di lepas pantai Tanjung Verde.
  • Kapal dilarang bersandar di Tanjung Verde untuk melindungi penduduk setempat, dengan opsi pendaratan di Kepulauan Canary sedang dipertimbangkan.
  • Pemerintah Belanda dan WHO terlibat dalam koordinasi evakuasi dan penanganan medis, termasuk perawatan intensif seorang pasien di Afrika Selatan.
  • Krisis ini menunjukkan risiko penyebaran penyakit di kapal pesiar dan pentingnya protokol kesehatan yang ketat dalam pelayaran jarak jauh.
Galerie
Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat — image 1Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat — image 2Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat — image 3Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat — image 4Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat — image 5Tiga Tewas Akibat Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Evakuasi Terhambat — image 6
Selengkapnya