Sport

Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir

Gol Bukayo Saka pada menit ke-45 memberi Arsenal keunggulan agregat 2-1 atas Atletico Madrid di semifinal Liga Champions.

5 menit
Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir
Gol Bukayo Saka pada menit ke-45 memberi Arsenal keunggulan agregat 2-1 atas Atletico Madrid di semifinal Liga ChampionsCredit · The Guardian

Fakta-fakta

  • Arsenal unggul 1-0 atas Atletico Madrid di babak pertama leg kedua semifinal Liga Champions.
  • Gol dicetak oleh Bukayo Saka pada menit ke-45, membuat agregat menjadi 2-1 untuk Arsenal.
  • Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Arsenal setelah hasil imbang 1-1 di leg pertama di Spanyol.
  • Atletico Madrid melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-57: Cardoso, Sørloth, dan Molina masuk menggantikan Simeone, Lookman, dan Le Normand.
  • Arsenal merespons dengan tiga pergantian pada menit ke-59: Ødegaard, Madueke, dan Hincapie menggantikan Saka, Eze, dan Calafiori.
  • Peluang emas Atletico terjadi pada menit ke-51 ketika Simeone lolos dari jebakan offside namun gagal mencetak gol karena tekel krusial Gabriel.
  • Wasit memeriksa VAR pada menit ke-56 setelah Griezmann jatuh di kotak penalti, tetapi tidak memberikan penalti karena pelanggaran terhadap Gabriel sebelumnya.
  • Diego Simeone dikenal karena tingkah lakunya yang kontroversial di pinggir lapangan, termasuk saat memprotes keputusan wasit di leg pertama.

Babak Pertama: Arsenal Mendominasi, Atletico Bertahan

Arsenal memulai pertandingan dengan agresif di hadapan pendukung sendiri di Emirates Stadium. Mereka berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-45 melalui Bukayo Saka, yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Gol ini membuat agregat menjadi 2-1 untuk Arsenal, setelah leg pertama berakhir imbang 1-1 di Spanyol. Atletico Madrid tampil lebih defensif di babak pertama, namun tetap menciptakan beberapa peluang. Pada menit ke-51, Alexander Simeone nyaris mencetak gol setelah menerima umpan panjang, tetapi Gabriel berhasil melakukan tekel dari belakang tepat waktu. Simeone memprotes bahwa ia ditarik, namun wasit menganggapnya sebagai pertahanan yang brilian. Peluang lain datang pada menit ke-56 ketika Antoine Griezmann melepaskan tembakan yang ditepis David Raya. Bola liar kemudian disambar Griezmann, tetapi ia dianggap melanggar Calafiori. VAR memeriksa insiden tersebut, tetapi wasit memutuskan tidak ada penalti karena pelanggaran terhadap Gabriel sebelumnya.

Babak Kedua: Pertandingan Semakin Terbuka

Babak kedua dimulai dengan Atletico Madrid yang lebih agresif, setelah kemungkinan mendapatkan teguran dari pelatih Diego Simeone. Pada menit ke-48, Pubill maju melalui sisi kanan dan mengirim umpan silang untuk Lookman, tetapi bola berhasil dibersihkan oleh Ben White. Menit ke-49, Llorente menarik baju Trossard, namun wasit hanya memberikan tendangan bebas. Trossard dianggap berlebihan dalam jatuhnya. Tendangan bebas tersebut mengarah ke White yang melambungkan bola ke arah Gabriel, namun tidak ada penalti yang diberikan. Pada menit ke-53, peluang besar tercipta untuk Atletico. Umpan panjang ke tengah disundul lemah oleh Saliba ke arah kiper. Simeone memanfaatkannya dengan memutar Raya, namun gagal memasukkan bola ke gawang kosong karena Gabriel datang tepat waktu untuk menghalau. Simeone mengklaim telah ditarik, tetapi wasit menganggapnya sebagai pertahanan yang luar biasa.

Pergantian Pemain Mempengaruhi Dinamika Pertandingan

Pada menit ke-57, Atletico Madrid melakukan tiga pergantian pemain sekaligus: Cardoso, Sørloth, dan Molina menggantikan Simeone, Lookman, dan Le Normand. Dua menit kemudian, Arsenal merespons dengan tiga pergantian: Ødegaard, Madueke, dan Hincapie menggantikan Saka, Eze, dan Calafiori. Martin Ødegaard langsung menunjukkan pengaruhnya dengan melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung tipis di atas mistar gawang. Jan Oblak tampak siap mengantisipasi tembakan tersebut. Pertandingan menjadi lebih terbuka setelah pergantian, dengan kedua tim saling menekan. Namun, hingga menit ke-60, Arsenal masih unggul 1-0 dan agregat 2-1.

Diego Simeone: Tokoh Kontroversial di Pinggir Lapangan

Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid yang berusia 56 tahun, selalu menjadi pusat perhatian dengan tingkah lakunya di pinggir lapangan. Pada leg pertama, ia terlihat memprotes keputusan wasit dengan meniru isyarat VAR setelah Eberechi Eze dianggap dilanggar di kotak penalti. Wasit Danny Makkelie akhirnya membatalkan keputusan penalti setelah menonton tayangan ulang sebanyak 13 kali. Mantan pemain Liverpool dan Real Madrid, Steve McManaman, yang bekerja sebagai pundit untuk TNT Sports, mengkritik perilaku Simeone dan asistennya saat wasit hendak memeriksa monitor. "Saya pikir perilaku Diego Simeone dan asistennya ketika wasit mencoba datang dan melihat monitor sangat buruk," ujarnya. Setelah pertandingan, video di media sosial menunjukkan Simeone tampak berkonfrontasi dengan Ben White di dekat terowongan, setelah pemain Arsenal itu berjalan melintasi lambang klub Atletico. Ini adalah bagian dari rutinitas Simeone yang dikenal sebagai 'pantomim villain' selama 15 tahun masa kepelatihannya.

Perubahan Hotel dan Candaan Simeone

Menjelang leg kedua, Simeone membuat lelucon mengenai perubahan hotel yang digunakan Atletico di London. Ketika ditanya apakah perubahan hotel karena alasan superstisi, mengingat mereka kalah 4-0 di Emirates pada Oktober lalu, Simeone menjawab, "Kami sekarang lebih baik daripada bulan Oktober. Dan hotelnya lebih murah. Itu sebabnya kami pindah." Atletico telah mengubah gaya bermain dari tim bertahan menjadi lebih cair, namun intensitas Simeone tidak berubah. Ia sering mengenakan setelan hitam saat pertandingan, menambah citranya sebagai sosok yang serius dan berdedikasi. Pertandingan ini merupakan bagian dari semifinal Liga Champions, dengan pemenang melaju ke final di Budapest. Arsenal berusaha mempertahankan keunggulan mereka, sementara Atletico harus mencetak setidaknya satu gol untuk menyamakan agregat dan memaksa perpanjangan waktu.

Analisis: Siapa yang Lebih Layak ke Final?

Pertandingan ini menyajikan duel antara dua tim dengan karakteristik berbeda. Arsenal, yang lebih muda dan energik, berusaha memanfaatkan kecepatan sayap mereka. Atletico, di bawah asuhan Simeone, mengandalkan pengalaman dan kegigihan. Peluang emas yang gagal dimanfaatkan Simeone pada menit ke-51 bisa menjadi titik balik. Jika ia berhasil mencetak gol, agregat akan menjadi 2-1 untuk Atletico, mengubah dinamika pertandingan sepenuhnya. Namun, Arsenal menunjukkan pertahanan yang solid, dengan Gabriel dan Saliba bekerja sama dengan baik. Kiper David Raya juga tampil meyakinkan dengan beberapa penyelamatan penting. Dengan sisa waktu 30 menit, Atletico masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. Namun, Arsenal unggul dalam penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Pertandingan masih terbuka, dan siapa pun bisa melaju ke final.

Kesimpulan: Arsenal di Atas Angin, Atletico Butuh Keajaiban

Hingga menit ke-60, Arsenal unggul 1-0 dan agregat 2-1. Atletico Madrid harus mencetak gol untuk menyamakan kedudukan, sementara Arsenal hanya perlu bertahan untuk melaju ke final. Pertandingan ini menunjukkan betapa pentingnya detail kecil dan momen individu. Gol Saka, tekel Gabriel, dan keputusan wasit semuanya berperan dalam menentukan arah pertandingan. Atletico tidak boleh menyerah, mengingat sejarah mereka sebagai tim yang bangkit dari keterpurukan. Namun, Arsenal tampil percaya diri dan terorganisir. Final di Budapest masih menunggu, dan pertandingan ini akan menjadi penentu siapa yang layak berada di sana.

Ringkasan

  • Arsenal unggul 1-0 di babak pertama leg kedua semifinal Liga Champions, agregat 2-1.
  • Gol Bukayo Saka pada menit ke-45 menjadi pembeda di babak pertama.
  • Atletico Madrid gagal memanfaatkan peluang emas melalui Alexander Simeone pada menit ke-51.
  • Diego Simeone terus menjadi pusat kontroversi dengan perilakunya di pinggir lapangan.
  • Pertandingan masih berlangsung ketat dengan kedua tim melakukan pergantian pemain untuk mencari keunggulan.
  • Pemenang pertandingan ini akan melaju ke final Liga Champions di Budapest.
Galerie
Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir — image 1Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir — image 2Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir — image 3Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir — image 4Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir — image 5Arsenal Unggul 1-0 di Babak Pertama, Atletico Madrid Terancam Tersingkir — image 6
Selengkapnya