Pertunjukan Teater 'L'Imperatrice e la Sorella' Mengungkap Dinamika Kekuasaan Elisa Bonaparte di Roma
Setelah sukses di Lucca, drama tentang hubungan Elisa Bonaparte dengan Napoleon dan Joséphine dipentaskan di Museo Napoleonico Roma pada 5 Mei, menghidupkan kembali sosok perempuan di balik takhta kekaisaran.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Pertunjukan 'L'Imperatrice e la Sorella. Ombre di potere' digelar di Museo Napoleonico Roma pada 5 Mei 2025.
- Drama ini pertama kali dipentaskan di Lucca pada 6 Juni 2025 di Oratorio degli Angeli Custodi.
- Pertunjukan di Roma menggunakan latar ruangan yang menampilkan potret Elisa Bonaparte bersama putrinya Napoleona karya François Gérard (1810).
- Naskah ditulis oleh Laura Alferi dan Stella Isoli, dengan supervisi artistik Carlo Miccichè.
- Pemeran: Laura Alferi sebagai Joséphine de Beauharnais, Carlotta Di Lorenzo sebagai Elisa Bonaparte, Davide Ingannamorte sebagai Napoleon Bonaparte.
- Produksi oleh asosiasi 'Napoleone ed Elisa: da Parigi alla Toscana' dengan dukungan Comune di Lucca dan Fondazione Cassa di Risparmio di Lucca.
- Pertunjukan di Lucca merupakan bagian dari pameran 'La rivoluzione 'verde' di Elisa, a Lucca' yang berlangsung di Orto Botanico di Lucca.
Panggung Sejarah di Museo Napoleonico
Pada 5 Mei, Museo Napoleonico di Roma menjadi saksi pementasan drama 'L'Imperatrice e la Sorella. Ombre di potere', sebuah karya yang menyoroti peran perempuan di sekitar Kaisar Napoleon Bonaparte. Pertunjukan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan premier di Lucca pada 6 Juni 2025, yang digelar di Oratorio degli Angeli Custodi. Lokasi pementasan di Roma dipilih dengan cermat: ruangan yang sama tempat potret Elisa Bonaparte bersama putrinya Napoleona karya François Gérard tahun 1810 dipajang. Lukisan itu, yang dipesan langsung oleh Napoleon, menjadi inspirasi kostum merah yang dikenakan aktris Carlotta Di Lorenzo saat memerankan Elisa.
Menggali Relasi Kuasa dan Perempuan
Drama ini berfokus pada tiga tokoh utama: Napoleon, saudarinya Elisa Bonaparte Baciocchi, dan istri pertamanya Joséphine de Beauharnais. Melalui pertemuan imajiner, naskah karya Laura Alferi dan Stella Isoli mengeksplorasi dinamika kekuasaan dan pengaruh perempuan di lingkungan kekaisaran. Menurut para penulis naskah, 'Dalam pertemuan imajiner muncul Lucca yang menemukan seorang putri yang merawat kota, dan kepadanya dia memberikan segalanya.' Kalimat ini menggambarkan dedikasi Elisa terhadap Lucca, wilayah yang diperintahnya sebagai Putri Lucca dan Piombino.
Produksi dan Dukungan Institusi
Pertunjukan ini diproduksi oleh asosiasi 'Napoleone ed Elisa: da Parigi alla Toscana APS', dengan supervisi artistik Carlo Miccichè. Dukungan datang dari Comune di Lucca melalui kalender 'Vivi Lucca' dan Fondazione Cassa di Risparmio di Lucca. Pementasan di Lucca merupakan bagian dari pameran 'La rivoluzione 'verde' di Elisa, a Lucca. Botanici, agricoltori e giardinieri nell'Europa napoleonica', yang dikuratori oleh asosiasi yang sama bersama Orto Botanico di Lucca. Pameran ini menyoroti minat Elisa pada botani dan pertanian, sebuah aspek yang jarang diketahui dari sosoknya.
Para Pemeran dan Tim Kreatif
Laura Alferi memerankan Joséphine de Beauharnais, Carlotta Di Lorenzo sebagai Elisa Bonaparte, dan Davide Ingannamorte sebagai Napoleon Bonaparte. Sutradara Alfieri, yang juga terlibat dalam penulisan naskah bersama Stella Isoli, memimpin produksi dari perusahaan teater La Clessidra. Kostum merah yang dikenakan Di Lorenzo dirancang meniru gaun dalam lukisan Gérard, menambah keaslian visual pertunjukan. Detail ini menunjukkan perhatian terhadap akurasi sejarah yang menjadi ciri khas produksi.
Konteks Lebih Luas: Warisan Elisa Bonaparte
Elisa Bonaparte, adik perempuan Napoleon, dikenal sebagai penguasa Lucca yang progresif. Ia mendorong pengembangan pertanian, botani, dan infrastruktur di wilayah tersebut. Pameran 'revolusi hijau' yang menyertai pertunjukan di Lucca menyoroti kontribusinya yang sering terlupakan. Drama ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi penonton tentang peran perempuan dalam sejarah Eropa. Dengan menggali relasi antara Elisa, Napoleon, dan Joséphine, pertunjukan menawarkan perspektif baru tentang dinamika kekuasaan di era Napoleon.
Dampak dan Prospek ke Depan
Kesuksesan pertunjukan di Lucca dan Roma menunjukkan minat publik terhadap narasi sejarah yang berfokus pada tokoh perempuan. Asosiasi 'Napoleone ed Elisa: da Parigi alla Toscana' berencana melanjutkan program serupa di masa mendatang. Dengan menggabungkan seni pertunjukan dan pameran, inisiatif ini memperkaya pemahaman tentang warisan Napoleon dan tokoh-tokoh di sekitarnya. Pertunjukan di Roma diharapkan menjadi model untuk kolaborasi serupa antara museum dan kelompok teater.
Ringkasan
- Pertunjukan 'L'Imperatrice e la Sorella' mengungkap peran penting Elisa Bonaparte dan Joséphine dalam sejarah Napoleon, memberikan perspektif baru tentang kekuasaan perempuan.
- Lokasi pementasan di Museo Napoleonico, dengan latar potret asli Elisa, memperkuat koneksi historis pertunjukan.
- Drama ini merupakan hasil kolaborasi antara asosiasi budaya, pemerintah kota, dan yayasan, menunjukkan dukungan institusional terhadap seni sejarah.
- Pameran terkait di Lucca menyoroti kontribusi Elisa di bidang botani dan pertanian, menambah dimensi baru pada pemahaman tentang tokoh ini.
- Kesuksesan pertunjukan di dua kota menunjukkan potensi model serupa untuk menghidupkan kembali sejarah melalui seni pertunjukan.

Chelsea Dipermalukan Nottingham Forest 1-3 di Stamford Bridge, Peluang Liga Champions Sirna

Gol Bunuh Diri Ramaj di Menit 90+11 Selamatkan Bayern dari Kekalahan Lawan Heidenheim
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5570460/original/093958800_1777526886-1000115261.jpg)
PSS Sleman di Ambang Sejarah: Satu Kemenangan Lagi Menuju Promosi ke BRI Super League
