Peter Schmeichel Desak Manchester United Rekrut Granit Xhaka untuk Atasi Krisis Kepemimpinan
Legenda kiper MU menilai mantan kapten Arsenal sebagai solusi jangka pendek yang lebih murah dibandingkan Sandro Tonali, di tengah rencana perombakan lini tengah klub.

INDONESIA —
Fakta-fakta
- Peter Schmeichel mendesak MU merekrut Granit Xhaka, gelandang Sunderland berusia 33 tahun.
- Xhaka bergabung dengan Sunderland dari Bayer Leverkusen dengan biaya £17 juta pada Juli 2025.
- Sunderland saat ini berada di peringkat ke-12 Premier League musim 2025-26.
- Xhaka telah menjadi starter dalam 29 pertandingan liga musim ini.
- Schmeichel menyebut Xhaka lebih murah dibandingkan target lain seperti Sandro Tonali.
- MU akan bertandang ke Sunderland pekan depan, memberi kesempatan melihat langsung performa Xhaka.
- Casemiro diperkirakan akan hengkang pada musim panas 2026.
- Michael Carrick menjadi kandidat kuat pelatih kepala permanen MU dengan 10 kemenangan dari 14 laga.
Seruan Kepemimpinan di Tengah Krisis
Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, secara terbuka mendesak klub untuk merekrut gelandang Sunderland, Granit Xhaka, sebagai solusi atas kekurangan kepemimpinan yang kronis dalam skuad saat ini. Dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Schmeichel menyatakan bahwa tim membutuhkan lebih banyak pemain berpengalaman untuk membimbing bintang muda seperti Kobbie Mainoo. "Menurut saya, kita harus merekrut Xhaka. Inilah pendapat saya: yang akan kita lakukan adalah membangun tim di sekitar Kobbie, kan. Sekarang Casemiro akan pergi. Sekarang Anda mendatangkan seseorang seperti [Adam] Wharton, [Elliot] Anderson, atau siapa pun… mereka masih muda, belum teruji. Yang kita butuhkan dan yang sebenarnya belum kita miliki selain Harry [Maguire] dan Bruno [Fernandes] di tim itu adalah kepemimpinan yang mumpuni," ujar Schmeichel.
Xhaka: Pilar Kebangkitan Sunderland
Xhaka bergabung dengan Sunderland dari Bayer Leverkusen dengan biaya £17 juta pada Juli 2025 dan langsung menjadi kunci kebangkitan The Black Cats. Klub tersebut kembali promosi ke Premier League pada musim 2025-26 dan saat ini duduk di peringkat ke-12, masih berpeluang tipis lolos ke kompetisi Eropa. "Ketika saya melihat apa yang telah dilakukan Xhaka untuk Sunderland, Xhaka adalah alasan mengapa mereka berada di posisi saat ini," tambah Schmeichel. "Dia benar-benar luar biasa, kualitas kepemimpinannya hebat, dia bisa bermain di 80 persen pertandingan, dia adalah pemain yang sangat bagus. Kami sangat membutuhkan lebih banyak kepemimpinan."
Perbandingan dengan Target Lain: Lebih Murah dan Berpengalaman
Schmeichel secara spesifik membandingkan Xhaka dengan Sandro Tonali, gelandang Newcastle United yang juga dikaitkan dengan MU. Menurut Schmeichel, Xhaka adalah opsi yang lebih murah dan lebih siap memberikan dampak segera. "Saya punya satu saran perekrutan, mungkin kontroversial, tetapi saya pikir kita harus merekrut Xhaka. Lebih murah," ujarnya. Selain Tonali, nama-nama seperti Elliot Anderson, Adam Wharton, Aurelien Tchouameni, dan Carlos Baleba juga masuk dalam daftar incaran MU.
Rencana Perombakan Lini Tengah MU
Manchester United bersiap melakukan perombakan besar-besaran di lini tengah pada musim panas 2026. Kepergian Casemiro yang semakin mungkin terjadi membuka ruang bagi rekrutan baru. Meski klub dikabarkan memprioritaskan pemain muda seperti Wharton dan Anderson, Schmeichel menekankan pentingnya keseimbangan dengan pemain senior. MU akan bertandang ke Sunderland pekan depan, memberi kesempatan bagi staf pelatih untuk mengamati langsung performa Xhaka. Gelandang asal Swiss itu telah tampil sebagai starter dalam 29 pertandingan liga musim ini, menunjukkan konsistensi dan ketahanan fisiknya.
Dampak Piala Dunia 2026 dan Harga Transfer
Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, Xhaka, yang merupakan pemain internasional Swiss, tetap dalam kondisi fisik prima. Namun, Sunderland kemungkinan akan meminta biaya transfer yang cukup besar untuk melepas pemimpin andalan mereka sebelum turnamen dimulai. Schmeichel menilai bahwa pengalaman Xhaka di level tertinggi, termasuk sebagai mantan kapten Arsenal, membuatnya ideal untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di MU. Meskipun usianya 33 tahun, Schmeichel yakin Xhaka masih bisa bermain di 80 persen pertandingan.
Konteks Lebih Luas: Masa Depan MU di Bawah Carrick
Seruan Schmeichel muncul di tengah upaya MU membangun kembali kekuatan tim di bawah arahan Michael Carrick, yang disebut sebagai kandidat kuat pelatih kepala permanen setelah mencatatkan 10 kemenangan dari 14 pertandingan. Rencana perombakan lini tengah menjadi salah satu fokus utama klub untuk menjaga daya saing di kompetisi domestik maupun Eropa musim depan. Keputusan MU untuk merekrut Xhaka atau tidak akan menjadi indikasi arah kebijakan transfer klub: apakah tetap setia pada strategi merekrut pemain muda, atau mendengarkan seruan legenda untuk mendatangkan pengalaman dan kepemimpinan segera.
Ringkasan
- Peter Schmeichel secara terbuka mendesak MU merekrut Granit Xhaka untuk mengatasi krisis kepemimpinan di lini tengah.
- Xhaka telah menjadi kunci kebangkitan Sunderland ke Premier League dan saat ini duduk di peringkat ke-12.
- Schmeichel menilai Xhaka sebagai opsi lebih murah dibandingkan Sandro Tonali dan lebih siap memberikan dampak segera.
- MU akan melakukan perombakan lini tengah besar-besaran pada musim panas 2026, dengan Casemiro diperkirakan hengkang.
- MU akan bertandang ke Sunderland pekan depan, memberi kesempatan mengamati langsung performa Xhaka.
- Keputusan merekrut Xhaka akan menjadi indikasi arah kebijakan transfer MU: pemuda atau pengalaman.




Chelsea Dipermalukan Nottingham Forest 1-3 di Stamford Bridge, Peluang Liga Champions Sirna
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5570460/original/093958800_1777526886-1000115261.jpg)
PSS Sleman di Ambang Sejarah: Satu Kemenangan Lagi Menuju Promosi ke BRI Super League

Drama di Goodison: Doku Selamatkan City dari Kekalahan, Imbang 3-3 Lawan Everton
