Sport

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa

Mata uang Garuda terus tertekan di tengah penguatan dolar global akibat eskalasi konflik Timur Tengah.

3 menit
Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa
Mata uang Garuda terus tertekan di tengah penguatan dolar global akibat eskalasi konflik Timur Tengah.Credit · CNBC Indonesia

Fakta-fakta

  • Rupiah melemah 0,22% ke Rp17.403 per dolar AS pada pukul 09.07 WIB, 5 Mei 2026.
  • Level intraday Rp17.403 merupakan rekor terlemah sepanjang masa rupiah.
  • Pembukaan perdagangan di Rp17.380, melemah 11 poin atau 0,07% dari penutupan sebelumnya Rp17.394.
  • Indeks dolar AS (DXY) naik 0,15% ke 98,521 pada pukul 09.00 WIB.
  • Penutupan Senin (4/5/2026) di Rp17.365 adalah level penutupan terlemah sebelumnya.
  • Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat kekhawatiran perang Timur Tengah.

Rupiah Terjun Bebas ke Level Psikologis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ambrol pada perdagangan Selasa pagi, 5 Mei 2026, menembus level psikologis Rp17.400 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.07 WIB, rupiah melemah 0,22 persen ke posisi Rp17.403 per dolar AS, mencatat rekor intraday terlemah sepanjang masa. Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi di level Rp17.380. Pada penutupan Senin kemarin, rupiah masih berada di Rp17.365—yang sebelumnya merupakan rekor penutupan terlemah. Kini rupiah telah kehilangan 38 poin hanya dalam satu sesi perdagangan.

Dolar Menguat di Tengah Ketegangan Global

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) terpantau naik 0,15 persen ke level 98,521 pada pukul 09.00 WIB. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah. Kondisi ini membuat tekanan di pasar keuangan global masih cukup tinggi, mempersempit ruang penguatan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Sentimen risk-off mendominasi, mendorong investor beralih ke dolar AS yang dianggap lebih aman.

Dana Asing Keluar, Pasar Saham Ikut Tertekan

Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Tekanan terhadap aset keuangan Indonesia kembali meningkat seiring keluarnya dana asing dari pasar saham domestik. Data menunjukkan aliran modal asing keluar bersih, menambah beban nilai tukar rupiah. Para pelaku pasar kini mencermati data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang akan dirilis dalam waktu dekat. Angka tersebut diharapkan bisa memberikan sinyal tentang fundamental ekonomi domestik di tengah gejolak global.

Proyeksi Rupiah ke Depan: Sentimen Masih Negatif

Para analis memperkirakan rupiah masih akan berada di bawah tekanan dalam jangka pendek. Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve dan perkembangan konflik Timur Tengah menjadi penentu utama. Jika dolar terus menguat, bukan tidak mungkin rupiah kembali menembus level terendah baru. Di sisi lain, intervensi Bank Indonesia masih dinantikan untuk menstabilkan pasar. Namun, efektivitas intervensi bisa terbatas jika tekanan global terus berlanjut. Investor disarankan untuk waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi.

Dampak pada Ekonomi dan Masyarakat

Pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga barang impor, terutama bahan baku industri dan produk konsumen. Inflasi berpotensi meningkat, menggerus daya beli masyarakat. Sektor usaha yang bergantung pada impor akan merasakan tekanan biaya yang lebih tinggi. Namun, eksportir justru diuntungkan karena produk mereka menjadi lebih kompetitif di pasar global. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk memitigasi dampak negatif, termasuk menjaga stabilitas harga dan mendorong substitusi impor.

Kesimpulan: Ujian Berat bagi Rupiah

Rupiah menghadapi ujian berat di tengah ketidakpastian global. Rekor terlemah sepanjang masa menjadi sinyal bahwa tekanan belum mereda. Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan respons kebijakan moneter domestik. Investor dan pelaku pasar perlu terus memantau data ekonomi dan sentimen global untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya. Satu hal yang pasti: volatilitas masih akan menjadi ciri khas perdagangan rupiah dalam waktu dekat.

Ringkasan

  • Rupiah melemah ke Rp17.403 per dolar AS, rekor terlemah sepanjang masa, pada 5 Mei 2026.
  • Pelemahan dipicu penguatan dolar AS akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan permintaan safe haven.
  • Indeks dolar AS naik 0,15% ke 98,521, menekan mata uang emerging market.
  • Dana asing keluar dari pasar saham Indonesia, menambah tekanan pada rupiah.
  • Data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 ditunggu sebagai indikator fundamental domestik.
  • Intervensi Bank Indonesia diharapkan, namun efektivitasnya terbatas jika tekanan global berlanjut.
Galerie
Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa — image 1Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa — image 2Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa — image 3
Selengkapnya